Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Saham DCII Meroket 14.000 Persen, Mantan Dirut BEI Bilang Keajaiban

Belum sampai 6 bulan sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia, saham DCII telah menguat lebih dari 14.000 persen.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 16 Juni 2021  |  17:13 WIB
Saham DCII Meroket 14.000 Persen, Mantan Dirut BEI Bilang Keajaiban
Perusahaan data center, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) meresmikan gedung data center keempat (JK5) di area data center campus yang berlokasi di Cibitung, Kamis (27/5 - 2021).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Hasan Zein turut mengomentari pergerakan harga saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang melambung tinggi dalam waktu 6 bulan sejak pertama melantai di bursa.

Per penutupan pasar Rabu (16/9/2021), harga saham DCII parkir di level Rp59.000 setelah menguat 17,41 persen dari posisi sebelumnya. Adapun pada perdagangan hari ini saham DCII sempat terkena auto reject atas (ARA) 20 persen di harga Rp60.030.

Selama sepekan terakhir, harga saham DCII terpantau telah melambung 66,57 persen. Sementara jika ditarik sedikit lebih jauh, sebulan belakangan emiten penyedia layanan data center ini meroket 416,49 persen.

Sejak pertama kali melakukan initial public offering pada 6 Januari 2021 lalu, pergerakan saham emiten Toto Sugiri ini memang tak terbendung. Setelah melantai dengan harga penawaran Rp420 per saham, harga saham DCII terus meroket hingga level Rp60.000an.

Artinya, belum sampai 6 bulan sejak tercatat di Bursa Efek Indonesia, saham DCII telah menguat lebih dari 14.000 persen. Dari sisi market cap, kapitalisasi pasar DCII juga terus membengkak hingga Rp143,74 triliun.

Hasan membandingkan pergerakan saham DCII dengan saham Tesla Inc. alias TSLA di bursa AS, yang mana harga saham perusahaan milik Elon Musk itu telah menguat 160 kali lipat dalam kurun 10 tahun sejak initial public offering (IPO).

“Investor Amerika Serikat menganggap saham TSLA sebagai "keajaiban". Nah saham DCII adalah keajaiban di puncak keajabian. Naik hampir 150 x dalam kurun waktu enam bulan sejak IPO! Saya belum pernah membaca peristiwa seperti ini selama 45 tahun menjadi pelayan di pasar modal,” ujarnya dalam pesan tertulis, Rabu (16/6/2021).

Lebih lanjut dia menuturkan, kenaikan emiten milik Toto Sugiri tersebut sejalan dengan kehadiran peluang besar dari transofrmasi ekonomi Indonesia ke arah ekonomi digital sehingga pelaku usaha tengah mengembangkan ekosistem digitalnya.

Alhasil, para pelaku usaha butuh dukungan pusat data yang mampu menyediakan fasilitas penyimpan informasi dan aplikasi bisnis yang andal, efisien, aman, dan mampu dengan cepat menyesuaikan pelayanan dengan perkembangan bisnis model mereka.

“Tapi berapa besarkah potensi bisnis pusat data beberapa tahun ke depan? Salah satu tulisan yang pernah saya baca memperkirakan nilai bisnis data center hingga 2025 masih berkisar US$4 miliar per tahun,” imbuhnya.

Dia pun menggarisbawahi dua hal utama terkait kenaikan yang dialami DCII dan tren ekonomi digital di Indonesia.

Pertama, ketika suatu teknologi baru berkembang, akan ada banyak entry ke dalam industri yang mana sedikit perusahaan akan berkembang menjadi sedangkan, sebagian besar akan tersingkir dari pasar.

Kedua, dia membandingkan Hyperscale Data Center (HDC) milik DCII dan data center serupa milik PT Telkom Indonesia (Persero), yang mana keduanya melakukan topping off atau penyelesaian pembangunan pada waktu hampir bersamaan.

“Keduanya memiliki sertifikasi tier 3 dan 4. HDC milik DCII memiliki kapasitas 3.000 rack. 15 MW.  HDC milik TLKM memiliki kapasitas 10.000 rack dan 75 MW,” tutup Hasan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hasan zein mahmud DCI Indonesia
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top