Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Kompak Melejit Menyusul Kenaikan Inflasi AS

Indeks harga konsumen AS untuk Mei 2021 mencatatkan laju tercepat, atau melonjak 5 persen dibanding tahun lalu sehingga meningkatkan inflasi tahunan tertinggi sejak 2008.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 10 Juni 2021  |  21:19 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. -  Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks utama di Wall Street kompak dibuka menguat pada perdagangan Kamis (10/6/2021), dipicu oleh rilis kenaikan inflasi Amerika Serikat (AS) untuk Mei 2021.

Berdasarkan data Bloomberg, pukul 20.35 WIB, indeks Dow Jones dibuka menguat 0,66 persen atau 226,39 poin ke level 34.673,53, indeks S&P 500 naik 0,50 persen atau 21,15 poin ke posisi 4.240,70, dan indeks Nasdaq melejit 0,35 persen atau 48,43 poin ke level 13.960,18.

S&P 500 sempat menembus rekor tertinggi sepanjang masa dalam empat sesi berturut-turut. Sementara itu, imbal hasil US Treasury AS tercatat melonjak di atas 1,5 persen, yang menghentikan reli harga obligasi tersebut sehingga membawa benchmark ke level terendah sejak Maret pada Rabu (09/6/2021).

Indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) AS untuk Mei 2021 mencatatkan laju tercepat, atau melonjak 5 persen dibanding tahun lalu sehingga meningkatkan inflasi tahunan tertinggi sejak 2008.

Sebelum rilis data indeks harga konsumen, gerak pasar saham AS cenderung terbatas dan imbal hasil US Treasury jatuh. Hal ini lantaran investor menunggu beberapa dorongan dari laporan kemajuan pemulihan ekonomi global. Adapun kehebohan dalam saham meme dan kegaduhan cryptocurrency adalah salah satu dari sedikit sumber volatilitas pasar belakangan ini.

“Kenaikan inflasi harus mendapatkan perhatian The Fed. Kemungkinan masih akan dihubungkan dengan efek sementara, tetapi CPI bersama rilis terbaru tentang upah tenaga kerja yang lebih tinggi hanya akan meningkatkan volume diskusi mengenai taper tantrum,” kata Cliff Hodge, kepala investasi Cornerstone Wealth.

Adapaun Saham GameStop Corp. sempat jatuh setelah perusahaan mengatakan berencana untuk menawarkan lebih banyak saham dan mengungkapkan bahwa regulator sedang menyelidiki perdagangan sahamnya.

Sementara itu, riset PT Monex Investindo Futures memprediksi, indeks Dow Jones menguji level support 34.065 selama harga bergerak konsisten di bawah level resisten 34.770 pada malam ini (10/06/2021).

Namun, bila Dow Jones mampu bergerak lebih tinggi dari level resisten tersebut, maka indeks Dow Jones berpotensi dibeli menargetkan level resisten selanjutnya 34.920. Rentang perdagangan potensial di sesi perdagangan AS berkisa 34.065 – 34.920.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street dow jones

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top