Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wall Street Ditutup Variatif, Dow Jones Menguat & Nasdaq Melemah

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor industri dan keuangan masing-masing menguat 1,37 persen dan 1,19 persen, memimpin kenaikan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Mei 2021  |  08:05 WIB
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. -  Michael Nagle / Bloomberg
Tanda Wall Street tampak di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks-indeks utama Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena data yang menunjukkan perbaikan di pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) membantu meningkatkan ekspektasi pemulihan ekonomi.

Mengutip Antara, Jumat (28/05/2021), indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 141,59 poin atau 0,41 persen, menjadi menetap di 34.464,64 poin. Indeks S&P 500 terdongkrak 4,89 poin atau 0,12 persen, menjadi berakhir di 4.200,88 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun tipis 1,72 poin atau 0,01 persen menjadi ditutup pada 13.736,28 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor industri dan keuangan masing-masing menguat 1,37 persen dan 1,19 persen, memimpin kenaikan. Sementara itu, sektor utilitas tergelincir 0,66 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terburuk.

Jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim pengangguran baru turun lebih besar dari yang diharapkan pekan lalu ke level terendah 14-bulan di 406.000 saat pembatasan pandemi terus dicabut, sementara laporan terpisah menunjukkan pengeluaran bisnis untuk peralatan bertambah cepat.

Data tersebut membantu mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, dengan imbal hasil obligasi AS 10-tahun yang dijadikan acuan mencapai 1,625 persen dan merusak daya tarik saham-saham dengan pertumbuhan lebih tinggi seperti teknologi.  

Investor telah mengamati dengan cermat data ekonomi dan komentar pejabat Federal Reserve (The Fed) untuk tanda-tanda inflasi yang tak terkendali dan kemungkinan bank sentral dapat mulai menarik kembali langkah-langkah stimulus masifnya.

“Saat Anda melihat klaim pengangguran yang benar-benar menunjukkan bahwa kami terus membuat kemajuan, jika kami mendapatkan laporan pekerjaan yang kuat di rilis berikutnya yang akan memberikan beberapa dukungan, sampai saat itu masih ada ketidakpastian, jadi menurut saya tidak banyak momentum baik,” kata Brad McMillan, kepala investasi untuk Commonwealth Financial Network, di Waltham, Mass.

Saham produsen pesawat AS Boeing terangkat 3,87 persen memimpin di indeks Dow Jones, lebih tinggi setelah saingannya dari Eropa Airbus menguraikan peningkatan hampir dua kali lipat dalam produksi, mengutip pemulihan yang kuat dalam industri penerbangan dari pandemi COVID-19.

Pemasok Boeing, General Electric melonjak 7,09 persen dan keduanya merupakan pendorong terbesar bagi sektor industri S&P, sektor yang berkinerja terbaik pada hari itu.

Investor sekarang akan melihat laporan pengeluaran konsumsi pribadi yang akan dirilis pada Jumat waktu setempat. Hal ini adalah ukuran inflasi pilihan bank sentral untuk target jangka panjang 2,0 persen.

Pejabat The Fed telah berulang kali menyatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa bank sentral belum siap untuk menyesuaikan dukungan moneternya, meskipun beberapa pihak menyatakan mereka terbuka untuk mulai membahas pengurangan pembelian obligasi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street dow jones nasdaq

Sumber : Antara

Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top