Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Hypermarket Turun Beberapa Tahun Terakhir Jadi Alasan HERO Tutup Giant

Saat ini, popularitas format hypermarket menurun dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Tren penurunan popularitas format tersebut menurutnya juga terlihat di pasar global.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 25 Mei 2021  |  12:32 WIB
Konsumen memilih barang kebutuhan di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Minggu (23/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Konsumen memilih barang kebutuhan di salah satu gerai supermarket Giant di Jakarta, Minggu (23/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) mengumumkan akan menutup gerai Giant pada akhir Juli 2021 seiring dengan menurunnya bisnis hypermarket di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Presiden Direktur Hero Supermarket Patrik Lindvall mengatakan keputusan tersebut adalah cara perseroan untuk terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah.

Patrik mengatakan saat ini popularitas format hypermarket menurun dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Tren penurunan popularitas format tersebut menurutnya juga terlihat di pasar global.

“Seperti bisnis mumpuni lainnya, kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia,” papar Patrik dalam keterangan resmi, Selasa (25/5/2021).

Melihat tren tersebut, emiten yang menggunakan kode saham HERO memutuskan menutup seluruh gerai Giant pada akhir Juli 2021. Sejumlah 5 gerai Giant di antaranya akan berubah menjadi IKEA.

Melalui keterangan resmi disebutkan saat ini proses negosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga masih berlangsung.

Selain itu, HERO juga tengah mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket.

“Kami sangat berterima kasih kepada karyawan kami, pelanggan kami, serta mitra bisnis kami yang telah mendukung bisnis Giant selama ini,” ujar Partik.

Dia memastikan proses komunikasi dengan seluruh karyawan yang terdampak oleh perubahan tersebut berlangsung dengan empati serta adil bagi seluruh mitra bisnis.

Ke depannya Hero Supermarket menyebutkan akan memfokuskan bisnisnya ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Untuk diketahui, melalui website resminya, Giant telah tersebar di 96 daerah dengan 100 toko dan memiliki 14.000 karyawan. Giant memiliki tiga format yaitu Giant Ekstra, Giant Ekspress, dan Giant Mart.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hero supermarket hypermarket hero giant
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top