Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba BRMS Melesat tapi Sahamnya Dibantai hingga ARB, Mantan Bos Bursa Buka Suara

Kendati mencatatkan kinerja dan prospek yang positif, saham BRMS ramai terkena aksi ambil untung dan terjatuh ke bawah Rp100.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 12 Mei 2021  |  15:15 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/11/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/11/2018). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Fenomena emiten pertambangan mineral Grup Bakrie, PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BMRS) yang membukukan kinerja impresif pada kuartal I/2021, tetapi sahamnya anjlok mengundang tanda tanya dan sejumlah komentar dari pelaku pasar.

Salah satu pelaku yang berpendapat soal fenomena auto reject bawah (ARB) saham BRMS ialah Hazan Zein Mahmud, yang pernah menjabat Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (BEJ) periode pertama (1991-1996).

"Yang masih menyimpan "hard feeling" karena buruknya tata kelola BKR Grup [Bakrie Grup] masa lalu, (hahaha) saya mohon izin untuk kesekian kalinya mencelotehi saham BRMS," tulisnya dalam satu media sosial.

Menurut Hasan, lonjakan laba BRMS pada kuartal I/2021 terbilang fantastis. Hal itu dipicu tiga hal, yakni produksi emas Poboya naik dari 2 kg pada kuartal I/2020 menjadi 24 kg pada kuartal I/2021.

BRMS juga melakukan penghapusan hutang dan efisiensi, sehingga biaya yang dikeluarkan oleh para kontraktor lebih rendah dari perkiraan semula. Terakhir, anak usaha BUMI itu mencatatkan peningkatan nilai persediaan.

"Peningkatan persediaan berasal dari penilaian kembali persediaan di area yang ditinggal oleh para penambang liar. Blessing in disguise gempa Palu," imbuhnya.

Hasan menyampaikan pada kuartal II/2021, laba bersih BRMS diperkirakan akan naik kembali, bahkan melampaui kuartal I/2021. Peluang itu dimungkinkan oleh tiga faktor.

Selama kuartal I/2021 perusahaan hanya bekerja dengan kapasitas 70 persen, karena suku cadang mesing mesin yang diimpor dari China terlambat datang. Kini suku cadang itu sudah datang, dan perusahaan bisa berproduksi dengan kapasitas penuh sejak Mei 2021.

BRMS juga mengklaim bahwa ore yang akan diproses pada kuartal II/2021 berasal dari kualitas yang lebih tinggi. Rendemen dalam bentuk dore bullion juga diharapkan lebih tinggi.

Di luar operasi penambangan, perusahaan juga rutin setiap tahun memperoleh pendapatan dari jasa pertambangan. Pendapatan tersebut belum masuk buku pada kuartal I/2021, dan kemungkinan akan masuk buku pada kuartal II/2021.

Namun, di tengah prospek kemilau kinerja BRMS, pada perdagangan Selasa (11/5/2021) menjelang libur Idulfitri, saham BRMS ditutup di harga ARB Rp99 per saham. Hampir 2,5 juta lot ditransaksikan di harga ARB.

"Mendulang cuan lewat emas. Atau mendulang emas lewat saham," tutup Hasan dalam tulisannya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, emiten berkode saham BRMS itu mencatatkan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$1,61 juta pada kuartal I/2021.

Perolehan itu melejit 880,41 persen dibandingkan dengan laba US$165.057 yang didapatkan perseroan pada kuartal I/2020.

Pertumbuhan laba itu didukung kenaikan 37,13 persen pada pos pendapatan menjadi US$1,35 juta dibandingkan dengan US$991.860 pada kuartal I/2020.

Selain itu, BRMS juga mencatatkan pendapatan lain-lain sebesar US$2,02 juta dibandingkan dengan beban lain-lain US$726 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun, BRMS mengungkapkan bahwa pendapatan lain-lain itu terdiri atas penghapusan utang dan penilaian persediaan.

Jika diperinci, penghapusan utang itu merupakan pendapatan yang dicatatkan karena adanya efisiensi dan penghematan biaya oleh perseroan yang terjadi karena pelunasan tagihan kepada para kontraktor yang lebih kecil dari estimasi biaya sebelumnya. 

Sementara itu, penilaian persediaan merupakan pendapatan yang berasal dari tambahan persediaan bijih (ore stock pile) yang ditinggalkan oleh para penambang liar (Penambangan Tanpa Izin / PETI) sebelumnya.

Dari sisi produksi, volume produksi dore bullion dan emas melejit menjadi masing-masing 50 kg dari sebelumnya 5 kg dan 24 kg dari sebelumnya 2 kg.

CEO dan Direktur Utama Bumi Resources Minerals Suseno Kramadibrata mengatakan, terlepas dari peningkatan kinerja keuangan dan produksi yang dicatatkan pada kuartal I/2021, sesungguhnya perseroan mampu membukukan pencapaian yang lebih baik.

Dia menjelaskan, pendapatan kuartal I/2021 itu belum termasuk dari jasa konsultasi penambangan, sehingga 100 persen pendapatan berasal dari produksi dan penjualan emas.

Selain itu, kondisi pandemi global telah menyebabkan keterlambatan pengiriman beberapa suku cadang dari China untuk perawatan berkala fasilitas pabrik yang ada saat ini di Poboya, Palu.

Oleh karena itu, pabrik BRMS terpaksa beroperasi hanya dengan kapasitas sebesar 70 persen di semester pertama 2021.

Namun demikian, beberapa suku cadang yang dibutuhkan tersebut kini telah tiba dan telah terpasang di pabrik terkait. Perseroan berharap dapat mengoperasikan pabrik yang ada saat ini dengan kapasitas penuh pada Mei dan Juni 2021.

“Pendapatan perusahaan sebenarnya bisa menjadi lebih tinggi dengan adanya tambahan dari jasa konsultasi penambangan. Kami berharap untuk dapat meningkatkan pendapatan dan laba bersih perusahaan di semester kedua tahun ini dengan beroperasinya pabrik yang ada dengan kapasitas penuh, diprosesnya bijih emas dengan rata-rata kadar yang lebih tinggi, dan potensi pendapatan dari jasa konsultasi penambangan,” papar Suseno dikutip dari keterangan resminya, Selasa (11/5/2021).

Di sisi lain, BRMS akan meningkatkan produksi emas secara signifikan pada kuartal II/2022 seiring dengan rampungnya pabrik kedua perseroan di Poboya, Palu dengan kapasitas untuk mengolah sampai dengan 4.000 ton bijih per harinya. 

“Kenaikan produksi emas ini akan berdampak positif terhadap pendapatan dan laba BRMS di tahun depan,” ujar Suseno.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Grup Bakrie hasan zein mahmud bumi resources minerals Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top