Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Meski Pendapatan Turun, LPKR Raih Kenaikan Marketing Sales Pada 2020

Lippo Karawaci menilai tahun 2020 sebagai titik balik bisnis properti yang divalidasikan oleh suksesnya peluncuran unit di Lippo Village.
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) membukukan kenaikan pra penjualan (marketing sales) sebesar 45 persen year on year (YoY) menjadi Rp2,67 triliun pada 2020. Nilai tersebut juga meningkat 7 persen di atas target perseroan

Pertumbuhan pra penjualan ini didorong oleh menguatnya bisnis properti yang membuat pendapatan real estate development meningkat sebesar 9,4 persen menjadi Rp3,25 triliun pada 2020, dari 2019 sebesar Rp2,98 triliun.

Pada 2021, LPKR menargetkan pra penjualan sebesar Rp3,5 triliun yang diharapkan dapat dicapai dengan beberapa peluncuran rumah tapak yang baru.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, meski dilanda pandemi Covid-19, tahun 2020 merupakan tahun yang baik bagi bisnis properti perseroan. Pihaknya menilai tahun 2020 sebagai titik balik bisnis properti yang divalidasikan oleh suksesnya peluncuran unit di Lippo Village.

“Pada lini recurring revenue, Siloam menunjukkan pertumbuhan EBITDA yang kuat yang didukung oleh perbaikan margin berkat bantuan dokter dan perawat yang berada di barisan terdepan dalam mengatasi Covid-19,” jelas dia dalam keterangan resmi, Selasa (11/05)

Menurut John, meski bisnis pendapatan berulang LPKR yang lain mengalami dampak buruk akibat dari pandemi Covid-19, pihaknya sudah bisa melihat pemulihan bisnis mendekati normal.

Sementara itu, pendapatan real estate management and services LPKR pada 2020 turun sebesar 6,4 persen menjadi Rp8,63 triliun dari yang sebelumnya Rp9,22 triliun. Hal ini disebabkan lini binis mall dan hotel terus mengalami dampak buruk pandemi Covid-19, meski rumah sakit mengalami pemulihan bisnis yang cukup signifikan.

Secara keseluruhan, pendapatan LPKR turun 3 persen yoy menjadi Rp11,97 triliun pada 2020 dari Rp12,32 triliun pada 2019, dengan laba bruto pada 2020 sebesar Rp4,29 triliun dibandingkan dengan Rp4,60 triliun pada tahun sebelumnya. 

EBITDA LPKR pada 2020 mengalami kenaikan sebesar 47 persen yoy menjadi Rp1,90 triliun dari yang sebelumnya Rp1,30 triliun pada 2019. Real estate development memberikan kontribusi paling banyak terhadap perbaikan EBITDA sebesar Rp4 miliar pada 2020 dibandingkan dengan rugi Rp457 miliar pada 2019.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper