Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sempat Melonjak, Harga Emas Berbalik Melemah Terseret Penguatan Dolar

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, jatuh US$15,8 atau 0,88 persen menjadi ditutup pada US$1.776 per ounce.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Mei 2021  |  06:38 WIB
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas berjangka lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berbalik melemah dari kenaikan tajam sehari sebelumnya, terseret dolar AS yang lebih kuat setelah Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan suku bunga mungkin perlu naik.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, jatuh US$15,8 atau 0,88 persen menjadi ditutup pada US$1.776 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (3/5/2021), emas berjangka melonjak US$24,1 atau 1,36 persen menjadi US$1.791,80.

Emas berjangka terkikis 60 sen AS atau 0,03 persen menjadi US$1.767,70 pada Jumat (30/4/2021), setelah melemah US$5,6 atau 0,32 persen menjadi US$1.768,30 pada Kamis (29/4/2021), dan merosot US$4,9 atau 0,28 persen menjadi US$1.773,90 pada Rabu (28/4/2021).

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Atlantic yang disiarkan Selasa (4/5/2021) bahwa Federal Reserve mungkin harus menaikkan suku bunga untuk memastikan ekonomi tidak terlalu panas. Komentar Yellen menunjukkan kemungkinan perubahan dalam prospek itu.

Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

"Emas gagal untuk keempat kalinya dalam dua minggu menembus US$ 1.800, yang telah menjadi kisaran teratas, memicu beberapa aksi ambil untung sebelum jatuh US$20 karena komentar Yellen yang tidak terduga," kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam di BMO.

"Yellen memiliki sejarah panjang dan konsisten sebagai seorang yang dovish di The Fed."

Emas berada di bawah tekanan tambahan karena angka ekonomi positif yang dirilis pada Selasa (4/5/2021). Departemen Perdagangan AS melaporkan defisit perdagangan AS meningkat 5,6 persen ke rekor US$74,4 miliar, sebuah tanda bahwa ekonomi membaik dengan cepat.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS juga melaporkan bahwa pesanan pabrik AS meningkat 1,1 persen pada Maret.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 40,2 sen atau 1,49 persen menjadi ditutup pada US$26,558 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$1,7 atau 0,14 persen menjadi ditutup pada US$1.231,8 per ounce.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini harga emas comex

Sumber : Antara

Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top