Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Baru Dibuka Setelah 3 Tahun, Saham GEMS Mentok ARA

Pada sesi I, saham GEMS melonjak 24,71 persen atau 630 poin menjadi Rp3.180. Saham GEMS pun mengalami auto reject atas (ARA). Total transaksi Rp1,13 miliar dengan frekuensi 110 kali transaksi.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 26 April 2021  |  11:56 WIB
Sebuah trailer sedang mengangkut lapisan tanah di area pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk. - goldenenergymines.com
Sebuah trailer sedang mengangkut lapisan tanah di area pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk. - goldenenergymines.com

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) melompat ke level tertinggi setelah perdagangannya dibuka kembali oleh Bursa Efek Indonesia.

Pada Senin (26/4/2021), BEI mengumumkan pembukaan perdagangan kembali saham GEMS sejak sesi I. Menurut BEI, GEMS telah memiliki pemegang saham bukan pengendali sebanyak 441,18 juta saham atau 7,5002 persen, sehingga memenuhi aturan free float.

"Dengan demikian, sejak 26 April 2021, efek saham GEMS dapat diperdagangkan lagi di seluruh pasar," papar BEI.

Pada sesi I, saham GEMS melonjak 24,71 persen atau 630 poin menjadi Rp3.180. Saham GEMS pun mengalami auto reject atas (ARA). Total transaksi Rp1,13 miliar dengan frekuensi 110 kali transaksi.

Saham GEMS memiliki kapitalisasi pasar Rp18,71 triliun. Valuasi PER-nya sebesar 3,25 kali.

Untuk diketahui, saham emiten berkode GEMS itu telah disuspensi oleh Bursa Efek Indonesia sejak 31 Januari 2018 seiring dengan tidak terpenuhinya ketentuan free float.

Sejatinya, saham free float GEMS sudah melampaui 50 juta lembar sesuai dengan ketentuan. Namun, proporsinya masih di bawah 7,5 persen, yaitu hanya sebesar 3 persen, sehingga dipandang masih wajib melakukan penyesuaian.

Kemudian, pada akhir 30 Maret 2021 pengendali saham perseroan, Golden Energy Resources Ltd. (GEAR), mendivestasikan 264.705.885 saham GEMS kepada Ascend Global Investment Fund SPC (ADSP).

Adapun, jumlah tersebut setara 4,5 persen dari total kepemilikan saham GEAR atas GEMS.

Setelah Ascend Global resmi masuk menjadi salah satu pemegang saham GEMS, maka per 31 Maret 2021 komposisi pemegang saham GEMS terdiri atas GEAR sebesar 62,4998 persen, GMR Coal Resources Pte Ltd sebesar 30 persen, dan publik sebesar 7,5 persen.

Dengan demikian, perseroan menilai ketentuan free float minimal 7,5 persen telah berhasil dipenuhi.

Corporate Secretary Golden Energy Mines Sudin SH mengatakan bahwa perseroan telah melakukan sejumlah arahan Bursa Efek Indonesia untuk membuka suspensi saham, termasuk menggelar paparan publik insidentil sebagai upaya memberikan informasi yang komprehensif kepada publik.

“Kami harapkan Bursa Efek Indonesia dapat segera unsuspensi saham GEMS sehingga bisa diperdagangkan secara normal untuk investor publik,” ujar Sudin saat paparan publik insidentil, Kamis (22/4/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia golden energy golden energy mines
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top