Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hasil Lelang Sukuk Naik, Ini Pandangan Analis

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), total penawaran yang masuk senilai Rp17,9 triliun untuk enam seri SBSN yang terdiri atas 1 surat perbendaharaan negara syariah (SPN-S) dan lima project based sukuk (PBS).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 20 April 2021  |  16:31 WIB
Nasabah sedang melakukan transaksi pembelian Sukuk Ritel SR013 melalui kantor cabang BNI Syariah, Jumat (28/8). - bnisyariah\\r\\n
Nasabah sedang melakukan transaksi pembelian Sukuk Ritel SR013 melalui kantor cabang BNI Syariah, Jumat (28/8). - bnisyariah\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Lelang surat berharga syariah negara atau sukuk negara, Selasa (20/4/2021), menghasilkan penawaran masuk senilai Rp17,9 triliun.

Berdasarkan siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), total penawaran yang masuk senilai Rp17,9 triliun untuk enam seri SBSN yang terdiri atas 1 surat perbendaharaan negara syariah (SPN-S) dan lima project based sukuk (PBS). Jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan hasil penawaran pada lelang sebelumnya sebanyak Rp14,55 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Analis Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) Lili Indarli mengatakan total penawaran masuk pada lelang kali ini tercatat sebesar oversubscribed 1,79 kali. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan lelang SBSN 2 pekan lalu yang oversubscribed 1,46 kali.

"Seri PBS027 menjadi seri dengan total penawaran masuk terbesar yakni Rp5,83tn atau mencakup 32,56 persen dari seluruh penawaran masuk," katanya saat dihubungi, Selasa (20/4/2021).

Ia mengatakan, seri PBS027 juga menjadi seri yang paling banyak dimenangkan pemerintah dengan nominal terbesar yakni senilai Rp3,75 triliun atau mencakup 50,92 persen dari total dana dimenangkan pemerintah. Sementara itu, pemerintah memenangkan seluruh penawaran yang masuk pada seri SPN-S.

Lili memaparkan, dari tingkat imbal hasil rata-rata tertimbang, peserta lelang cenderung meminta yield yang lebih tinggi dari imbal hasil wajar. Hal tersebut terlihat dari seluruh seri PBS yang dimenangkan mencatatkan spread yield positif dalam rentang +1,29 basis poin hingga +7,17 basis poin.

Lebih lanjut, ia menuturkan, tingginya yield yang diminta diperkirakan juga menjadi penyebab tidak dimenangkannya seri PBS029.

“Hal tersebut juga menjadi penyebab rendahnya nominal dimenangkan pada seri PBS017 dan PBS004 yakni di bawah Rp500 miliar,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sukuk Obligasi Pemerintah
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top