Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kekhawatiran Covid-19 di India dan Kanada Meningkat, Reli Harga Minyak Terhenti

Meski ditopang oleh kenaikan tingkat konsumsi, kemunculan gelombang penyebaran virus corona yang terbaru mengancam kembali terjadinya penurunan harga minyak.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 08 April 2021  |  12:48 WIB
Ilustrasi. Tanki penimbunan minyak. - Bloomberg
Ilustrasi. Tanki penimbunan minyak. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak dunia terkoreksi setelah menguat selama dua hari beruntun. Memburuknya penyebaran virus corona pada beberapa negara seperti India dan Kanada menjadi pemicu penurunan.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (8/4/2021), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) kontrak bulan Mei 2021 terpantau sempat turun hingga 0,62 persen ke level US$59,40 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, harga minyak Brent kontrak Juni 2021 sempat anjlok hingga 0,51 persen ke posisi US$62,84 per barel di ICE Futures Europe.

Adapun harga minyak saat ini berada di kisaran US$60 per barel sejak pertengahan Maret. Meski ditopang oleh kenaikan tingkat konsumsi, kemunculan gelombang penyebaran virus corona yang terbaru mengancam kembali terjadinya penurunan harga minyak.

Negara importir minyak terbesar ketiga dunia, India, melaporkan jumlah kasus positif baru sebanyak 100 ribu per hari. Selain itu, sejumlah negara bagian di wilayah tersebut juga mengalami keterbatasan vaksin.

Di Ontario, Kanada, pemerintah setempat telah memberlakukan isolasi di rumah untuk empat pekan ke depan. Hal tersebut dilakukan guna mencegah gelombang penyebaran virus corona baru.

Analis Komoditas Senior VI Investment Corp Will Sungchil Yun mengatakan, harga minyak dunia kemungkinan akan tertekan dalam jangka pendek seiring dengan kekhawatiran terkait penyebaran virus corona.

Di sisi lain, tingkat permintaan minyak dari AS menunjukkan sinyal pemulihan. Data dari Energy Information Administration (EIA) melaporkan jumlah cadangan minyak terendah dalam lima pekan, sementara itu tingkat kepemilikan untuk bahan bakar naik.

Selain itu, fasilitas pemurnian minyak telah beroperasi sebesar 84 persen dari toal kapasitas, naik diatas 15 juta barel per hari untuk pertama kalinya dalam setahun.

Sementara itu, pelaku pasar juga memantau dampak dari kekhawatiran vaksin virus corona dari AstraZeneca yang menimbulkan gumpalan darah. Yun mengatakan, kekhawatiran ini akan menghambat penggunaan vaksin serta memicu peningkatan jumlah kasus positif harian.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak komoditas harga minyak mentah wti

Sumber : Bloomberg.com

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top