Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Sempat Colek Level 6.000, Saham ZBRA Pimpin Penguatan

Hingga akhir sesi I pukul 11.30 WIB, IHSG naik 0,44 persen atau 26,16 poin menjadi 5.996,44. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 5.944,42-6.001.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 06 April 2021  |  11:45 WIB
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan berhasil berbalik menguat pada perdagangan Selasa (6/4/2021), setelah melemah pada perdagangan sebelumnya

Pada perdagangan Selasa (6/4/2021) indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka di posisi 5.973,987 dan langsung melemah 0,35 persen ke posisi 5.945,661 pada pukul 09.02 WIB.

Namun, indeks berhasil membalikkan keadaan. Hingga akhir sesi I pukul 11.30 WIB, IHSG naik 0,44 persen atau 26,16 poin menjadi 5.996,44. Sepanjang hari ini, indeks bergerak di rentang 5.944,42-6.001.

Sebanyak 275 saham berhasil menguat, 178 saham terkoreksi, dan 176 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp5,47 triliun dengan aksi jual bersih investor asing senilai Rp121,06 miliar.

Saham BBCA menjadi sasaran jual asing dengan net sell Rp97,2 miliar. Namun, saham BBCA masih menguat 0,24 persen menuju Rp30.850.

Selanjutnya, saham BBRI mencatatkan net sell Rp37,4 miliar. Saham BBRI naik 0,48 persen menjadi Rp4.220.

Saham INCO dan PTPP menjadi yang paling banyak dibeli investor asing dengan net buy masing-masing Rp12,3 miliar dan 11,7 miliar. Saham INCO naik 3,67 persen menuju 4.590, dan PTPP meningkat 1,56 persen menjadi Rp1.300.

Di jajaran top gainers, saham ZBRA memimpin dengan penguatan 25 persen menuju Rp675. Saham ZBRA melesat setelah disuspensi Bursa Efek Indonesia pada Senin (5/4/2021).

Sebelumnya, CEO PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menjelaskan pola gerak IHSG hingga saat ini terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar. 

Fluktuasi nilai tukar rupiah dan harga komoditas masih akan membayangi pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang.

“Namun mengingat kuatnya dan stabilnya kondisi perekonomian Indonesia tentunya membuka peluang bagi IHSG untuk kembali pada jalur uptrend jangka pendeknya, hari ini IHSG masih berpotensi bergerak dalam rentang terbatas,” tulis William dalam riset harian, Selasa (6/4/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top