Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Tinggalkan 6.000, Ekonom Masih Optimistis Akhir Tahun Tembus 7.000

Target perkiraan IHSG menembus level 7.000 di akhir tahun masih realistis, karena hingga saat ini tidak ada isu negatif terkait dengan faktor makro ekonomi maupun faktor korporasi di Indonesia.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 05 April 2021  |  23:13 WIB
Pengunjung berada didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di lantai Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (13/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung berada didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di lantai Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Jumat (13/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pada sepekan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pelemahannya. Bahkan hari ini Senin (5/4/2021) IHSG meninggalkan level 6.000.

Hari ini, IHSG ditutup turun 0,68 persen atau 41,17 poin ke level 5.970,29. Indeks terpantau bergerak pada angka 5.964, 48-6.051,62. Terdapat 190 saham naik, 301 saham turun dan 153 saham stagnan.

Beberapa hari lalu rencana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan untuk mengurangi komposisi investasi di instrumen saham dan reksa dana memberikan sentimen negatif terhadap pasar.

Chief Economist Tanamduit Ferry Latuhihin mengungkapkan tekanan yang terjadi akibat isu BPJS Ketenagakerjaan ini menurutnya adalah hal non sistemik atau di luar sistem yang tidak berdampak jangka panjang.

"Tekanan ini boleh dibilang non sistemik, tidak ada dalam sistem, tidak ada dalam makro ekonomi, tidak ada dalam balance sheet persero. Ini cuma karena ada isu kemungkinan benar, bahwa BPJS akan cuci gudang, sehingga indeks tertekan," tuturnya pada siaran virtual digital wealth management Tanamduit pada Senin (5/4/2021).

Oleh karena itu, target perkiraan IHSG menembus level 7.000 di akhir tahun menurutnya masih realistis. Hal ini dikarenakan berdasarkan data hingga saat ini tidak ada isu negatif terkait dengan faktor makro ekonomi maupun faktor korporasi di Indonesia.

Berdasarkan pengamatannya di lapangan, perekonomian Indonesia pun berjalan. Bahkan laporan tahunan perseroan yang mulai terbit tidak menunjukkan sentimen negatif terhadap pasar.

"Masih, saya belum mundur [IHSG tembus level 7.000 di akhir tahun] karena kembali lagi, belum ada makro dan data korporasi yang mengatakan saya harus revise down," papar Ferry.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top