Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ABMM Siap Rilis Obligasi Rp5,8 Triliun, Iming-Iming Bunga 9,5 Persen

PT ABM Investama Tbk. (ABMM) akan merilis obligasi global setara Rp5,83 triliun untuk kebutuhan pembiayaan kembali utang yang jatuh tempo.
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT ABM Investama Tbk. merancang obligasi global senilai US$400 juta atau setara Rp5,83 triliun dengan asumsi berdasarkan kurs Jisdor Kamis (1/4/2021) Rp14.577 per dolar AS.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, emiten berkode saham ABMM itu berencana emisi obligasi US$400 juta yang akan dirilis di Singapore Exchange Securities Trading Limited.

Obligasi itu memiliki tenor hingga 2026 dengan tingkat suku bunga maksimum mencapai 9,5 persen per tahun dengan bunga yang akan dibayarkan setiap 6 bulan.

Surat utang akan dijamin tanpa syarat dan tanpa dapat ditarik kembali dengan jaminan perusahaan oleh perusahaan terkendali tertentu dari perseroan.

Manajemen ABM Investama menjelaskan bahwa rencana penerbitan itu bertujuan untuk membiayai kembali baik sebagian maupun seluruh obligasi US$350 juta dengan bunga tetap 7,125 persen per tahun yang jatuh tempo pada 2022. Selain itu, hasil dana obligasi akan digunakan untuk kebutuhan umum perseroan.

ABMM akan mengupayakan rencana obligasi ini akan diterbitkan dengan ketentuan yang lebih menguntungkan bagi perseroan dibandingkan dengan obligasi sebelumnya, sehingga dapat memberikan fleksibilitas bagi operasional dan keuangan perseroan.

“Perseroan berharap agar penerbitan surat utang ini dapat menjaga likuiditas dan posisi kas perseroan. Hal ini didasarkan pada pertimbangan bahwa penerbitan surat utang, antara lain, akan digunakan untuk tujuan pelunasan kewajiban keuangan dan pengembangan usaha secara umum,” tulis manajemen ABM Investama dikutip dari prospektus, Minggu (4/4/2021).

Adapun, nilai rencana obligasi itu melebihi 50 persen dari nilai ekuitas perseroan. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian perseroan, total ekuitas perseroan sebesar US$161,74 juta.

Dengan demikian, untuk memuluskan rencana itu perseroan akan menggelar rapat pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta restu pemegang saham atas rencana penerbitan obligasi itu. RUPSLB direncanakan akan digelar pada 7 Mei 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper