Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengintip Saham Lapis Dua yang Paling Moncer Sejak Awal Tahun

Kinerja saham berkapitalisasi pasar menengah dan kecil yang tergabung dalam indeks saham IDX SMC Composite dan IDX SMC Liquid, terpantau naik lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks LQ45 sejak awal tahun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 07 Maret 2021  |  15:17 WIB
Karyawan mengamati pergerakan saham di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan mengamati pergerakan saham di galeri PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (19/11/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja saham-saham lapis kedua dan ketiga terpantau lebih unggul atau outperform dibandingkan dengan saham bluechip sejak awal tahun. 

Adapun, kinerja saham berkapitalisasi pasar menengah dan kecil tecermin lewat indeks saham IDX SMC Composite dan IDX SMC Liquid. Kedua indeks ini terpantau naik lebih tinggi dibandingkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan indeks LQ45 sejak awal tahun.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 5 Maret 2021, indeks IDX SMC Composite naik 8,99 persen atau outperform dari IHSG yang tumbuh 4,68 persen secara year-to-date (ytd).

Selanjutnya indeks SMC Liquid yang berisi 51 saham berkapitalisasi menengah dan kecil paling likuid naik 3,98 persen ytd. Penguatan itu juga berada di atas kinerja saham indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar terlikuid sebesar 0,69 persen ytd.

Adapun, sebanyak 16 saham dari konstituen saham IDX SMC Composite mencatatkan kenaikan harga signifikan lebih dari 100 persen secara year-to-date per 5 Maret 2021.

Beberapa di antaranya a.l. PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) meroket 686,73 persen, PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. (INPC) naik 400 persen, dan PT Bank IBK Indonesia Tbk. (AGRS) naik 294,61 persen.

Di sisi lain, penurunan harga dari keluarga saham mid caps dan small caps ini paling dalam sebesar 57,39 persen yaitu saham PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX). Selanjutnya saham PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) turun 48,28 persen.

Sementara itu, setidaknya dua saham dari indeks SMC Composite bahkan mencetak kapitalisasi pasar di atas Rp100 triliun dan bersanding dengan saham-saham big caps yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) dan PT Bank Jago Tbk. (ARTO).

EMTK yang kini memiliki kapitalisasi pasar Rp122,47 triliun mengalami kenaikan harga sebesar 35,71 persen sejak awal tahun.

Sementara ARTO dengan kapitalisasi pasar Rp103,13 triliun melesat 55,81 persen sejak awal tahun.

Sedangkan dari indeks SMC Liquid, kenaikan performa indeks turut didorong oleh dua sahan emiten menara telekomunikasi yaitu PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) yang naik 22,40 persen dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) yang tumbuh 26,99 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia Indeks BEI lq45
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top