Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pefindo Naikkan Peringkat Semen Indonesia (SMGR) Jadi idAA+

Pefindo menaikkan peringkat utang Semen Indonesia menjadi AA+ dari sebelumnya idAA, sesuai dengan hasil rapat yang diadakan pada 1 Maret 2021.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 03 Maret 2021  |  15:37 WIB
Semen Indonesia/https://semenindonesiabeton.com -
Semen Indonesia/https://semenindonesiabeton.com -

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengerek peringkat utang dari emiten semen pelat merah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. menjadi idAA+.

Pefindo menaikkan peringkat utang Semen Indonesia menjadi AA+ dari sebelumnya idAA, sesuai dengan hasil rapat yang diadakan pada 1 Maret 2021.

Sekretaris Perusahaan Semen Indonesia Vita Mahreyni menjelaskan peringkat itu diberikan untuk surat utang Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2017 dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri A dan Seri B Tahun 2019 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk senilai Rp7,07 triliun.

“Peringkat tersebut berlaku untuk periode 1 Maret 2021 sampai dengan 1 Maret 2022. Peringkat tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi dari Perusahaan serta Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2020 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.,” tulis Vita dalam keterbukaan informasi, Rabu (3/3/2021).

Dalam keterangan terpisah, Pefindo menjelaskan efek utang dengan peringkat idAA memiliki sedikit perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan.

Dengan peringkat tersebut, emiten memiliki kemampuan sangat kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang, dibandingkan dengan emiten lainnya di Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2020, emiten dengan kode saham SMGR ini mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 16,72 persen menjadi Rp2,79 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,39 triliun.

Sementara pendapatan terkontraksi sebesar 12,87 persen menjadi Rp35,17 triliun di sepanjang tahun lalu dari posisi pada 2019 yang senilai Rp40,36 triliun.

Adapun, kenaikan laba terjadi karena perseroan menekan sejumlah beban seperti beban penjualan, beban umum dan administrasi, hingga beban keuangan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen indonesia BUMN pefindo peringkat utang
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top