Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Optimistis Pasar Properti 2021 Membaik, BSDE Targetkan Prapenjualan Residensial Rp4,4 Triliun

Untuk kawasan residensial, BSDE menargetkan prapenjualan Rp4.4 triliun pada 2021.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 27 Februari 2021  |  07:05 WIB
Tengara BSD City di kawasan Bumi Serpong Damai. BSD City merupakan salah satu proyek yang digarap oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk. - bsdcity.com
Tengara BSD City di kawasan Bumi Serpong Damai. BSD City merupakan salah satu proyek yang digarap oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk. - bsdcity.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia dan bagian dari Sinar Mas Land - pengembang properti terkemuka di Indonesia, fokus pada pertumbuhan bisnis organik sepanjang 2021.

“Kami memandang prospek industri properti kian membaik di 2021. Terlebih pemerintah telah memberikan beragam insentif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, termasuk properti,” papar Hermawan Wijaya, Direktur Bumi Serpong Damai, dalam keterangan resmi, Jumat (26/2/2021).

Hermawan menyampaikan BSDE sangat mengapresiasi kebijakan permintah, seperti adanya kebijakan Uang Muka 0 persen untuk pembelian hunian, dan penghapusan pencairan bertahap, sehingga pencairan bisa dilakukan sekaligus dari nilai KPR. Kebijakan tersebut sangat membantu bagi calon pembeli maupun pengembang.

Beragam kebijakan tersebut akan meringankan para pembeli properti yang hendak membeli properti secara kredit dan bagi pengembang untuk meningkatkan kemampuan modal dan cash flow selama masa New Normal ini.

“Tahun ini kami akan memaksimalkan angka penjualan dari penjualan unit/ lot properti yang kami miliki (organic growth). Untuk kawasan residensial kami menargetkan prapenjualan Rp4,4 triliun,” ungkap Hermawan.

Sementara itu, segmen kawasan komersial akan ditopang oleh penjualan apartemen dan ruko dengan target pada 2021 senilai Rp1,6 triliun.

Kawasan residensial yang ditargetkan memberikan kontribusi positif adalah BSD City, Nava Park dan The Zora di BSD City, Grand Wisata, Kota Wisata, Grand City Balikpapan, Taman Banjar Wijaya dan Legenda Wisata.

Adapun di kawasan komersial yang ditargetkan memberikan kontribusi positif antara lain: kawasan komersial BSD City, Apartment The Element, Apartment Southgate, Apartment Akasa dan Upper West di BSD City, Apartment Aerium dan Klaska Residence.

Hermawan Wijaya lebih lanjut mengatakan, selain fokus pada pertumbuhan secara organik, perusahaan juga terbuka untuk pertumbuhan secara anorganik jika secara bisnis menguntungkan dan memberikan nilai lebih kepada pemegang saham.

BSD City merupakan flagship project Sinar Mas Land di Indonesia yang berada dalam pengelolaan BSDE. Saat ini sudah memasuki tahap 3 dengan luas lahan yang dikelola mencapai 2.450 ha dari total 5.950 ha kawasan BSD City.

Sebelumnya, BSD City telah mengembangkan Tahap I seluas 1.500 ha dan Tahap II seluas 2.000 ha. Kawasan seluas setengah kota Paris ini terdiri atas kawasan perumahan dan kawasan niaga terpadu.

“Selaku pengembang, BSDE selalu mendukung dan melaksanakan peraturan pemerintah, termasuk konsep hunian berimbang. Sejak tahap I hingga terbaru yakni Apartemen Akasa, apartemen untuk hunian sederhana di BSD City.” tutur Hermawan Wijaya.

BSDE telah meluncurkan 3 tower untuk Apartemen Akasa yakni Tower Kalyana, Kirana dan Kamaya. Respons masyarakat sangat tinggi, dari ketiga tower tersebut telah terjual sebanyak ±1.500 unit apartemen dan ±50unit kios.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti sinar mas land bumi serpong damai
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top