Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan Hanya Gara-gara Tesla, Ini Penyebab Harga Bitcoin Menggila

Bukan hanya Elon Musk dan Tesla, ekosistem Bitcoin juga ikut memicu kenaikan aset digital tersebut, seperti perusahaan jasa pembayaran Paypal Inc. yang akhir tahun lalu meluncurkan fitur jual beli kripto dan menerima transaksi dengan mata uang kripto.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  17:55 WIB
Ilustrasi Bitcoin diletakkan di atas lembaran uang dolar AS. - REUTERS/Dado Ruvic
Ilustrasi Bitcoin diletakkan di atas lembaran uang dolar AS. - REUTERS/Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai mata uang kripto bitcoin tengah menguat signifikan. Bahkan, dalam dua hari berturut-turut harganya terus memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa. Apa saja pemicu kenaikan harga bitcoin tersebut?

Komisaris Utama PT HFX Internasional Berjangka Sutopo Widodo mengatakan ada sejumlah faktor yang mendorong penguatan harga bitcoin belakangan ini, salah satunya dipicu oleh aksi sejumlah perusahaan global yang mulai melirik aset tersebut.

Seperti diketahui, baru-baru ini nama-nama besar seperti Tesla Inc., MicroStrategy Inc., Square Inc., mengalihkan aset mereka dari aset-aset konvensional seperti kas dan obligasi dan membeli bitcoin.

“Selain disebabkan oleh investasi Tesla baru-baru ini, semakin banyak juga perusahaan internasional global, seperti di Amerika yang menginvestasikan portofolio mereka dalam bitcoin seperti MicroStrategy, Square,” kata Sutopo, Rabu (17/2/2021)

Tak hanya itu, Sutopo menilai perkembangan ekosistem bitcoin juga ikut memicu kenaikan aset digital tersebut, seperti perusahaan jasa pembayaran Paypal Inc. yang akhir tahun lalu meluncurkan fitur jual beli kripto dan menerima transaksi dengan mata uang kripto.

Begitu juga dengan beberapa pemerintahan global mulai membuat mata uang digital mereka masing-masing seperti yang dilakukan China. Saat ini, semakin banyak negara yang menerima transaksi mata uang kripto seperti AS, Jerman, Jepang dan lainnya.

“Ada pula sentimen dari halving bitcoin,” kata Sutopo. Halving adalah adalah momen ketika imbalan blok bitcoin berkurang separuh dari jumlah semula sehingga berpotensi membuat permintaan lebih banyak daripada suplai.

Lebih lanjut, Sutopo menilai prospek bitcoin cukup cerah, positif, dan cukup menjanjikan untuk dijadikan salah satu alternatif investasi dengan potensi cuan tinggi dan risiko tinggi, alias high risk-high return.

“Saat ini memang trennya sedang naik, bahkan banyak ahli di dunia memprediksikan bitcoin akan melaju lebih tinggi lagi hingga bernilai 1-2 milyar per BTC secara jangka panjang,” katanya.

Untuk itu, bagi yang ingin masuk berinvestasi di bitcoin sekarang, bisa dengan akumulasi beli mencicil seperti sistem menabung bitcoin rutin setiap bulan. Sehingga resikonya lebih terjaga dengan harga average (rata-rata).

“Sementara bagi yang berniat trading bisa menunggu di sekitar harga US$40,000 karena menurut prediksi kita, level bitcoin akan mempunyai range di harga $33.000- $58,000 di tahun ini,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin Tesla Motors elon musk
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top