Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SBN Ritel ORI019 Cetak Rekor Penjualan, Ini Alasan Kenapa Kuponnya Menarik

Dengan jumlah investasi mulai dari Rp1 juta, nasabah ORI019 bisa mendapatkan nilai return yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat suku bunga penjaminan dari LPS.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  19:53 WIB
Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya (kanan) memberikan penjelasan saat peluncuran aplikasi CommBank SmartWealth, di Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya (kanan) memberikan penjelasan saat peluncuran aplikasi CommBank SmartWealth, di Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri ORI019 oleh mitra distribusi Commonwealth Bank melampaui target sebelum waktu penutupan. Sejumlah hal menjadi alasan laris manisnya seri ORI019 ini.

Chief of Retail & SME Business Commonwealth Bank Ivan Jaya menuturkan telah melebihi target penjualan SBN ritel seri ORI019 tersebut.

SBN ritel ORI019 merupakan produk yang memiliki nilai tambah menarik untuk investor, sehingga penjualannya pun dapat mencetak rekor dan dapat terjual dengan cepat alias laris manis.

"Yang pertama adalah tingkat kupon yang menarik. Besarnya tingkat kupon perlu kita bandingkan dengan instrumen serupa yang tersedia di pasar. Sebagai contoh tingkat kupon 5,57 persen ekuivalen dengan tingkat suku bunga deposito dengan tingkat suku bunga 5,9 persen gross sedangkan tingkat suku bunga LPS bank umum pada saat ini adalah sebesar 4,5 persen," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (17/2/2021).

Dengan jumlah investasi mulai dari Rp1 juta, menurutnya, nasabah bisa mendapatkan nilai return yang lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat suku bunga penjaminan dari LPS.

Hal ini tentunya menarik banyak investor yang selama ini merupakan nasabah deposan terutama di tengah era tingkat suku bunga rendah seperti sekarang ini.

Adapun, bila dibandingkan dengan obligasi pemerintah dengan tenor 3 tahun, per hari ini memiliki yield di kisaran 5 persen, yang semakin menurun dibandingkan di awal masa penawaran di tingkat 5,2 persen, hal ini mendorong selisih yield dengan tingkat kupon ORI019 semakin membesar.

Dengan demikian, jelas Ivan, hal ini menunjukkan bahwa investor yang membeli produk ORI019 akan mendapatkan yield premium yang lebih tinggi dibandingkan dengan obligasi pemerintah lain dengan tenor yang sama.

Kedua, ORI019 ini dapat diperdagangkan di pasar sekunder sehingga produk ini memiliki likuiditas yang baik, dimana investor pun berpeluang mendapatkan capital gain apabila harga jual lebih tinggi dari harga pembelian di pasar perdana.

"Kedua faktor tersebut menjadi nilai tambah untuk produk ORI019 ini. Untuk penjualan ORI019 di Bank Commonwealth pun juga lebih tinggi dari rencana penjualan kami. Untuk ke depannya, kami masih melihat permintaan yang tinggi untuk produk ORI maupun SR yang akan datang," katanya.

Berdasarkan data dari salah satu midis daring pada Rabu (17/2/2021) pukul 17.00 WIB, jumlah pemesanan ORI019 telah mencapai 100 persen dari total kuota Rp26 triliun yang disediakan oleh pemerintah.

Total kuota pemesanan tersebut telah dinaikkan pemerintah beberapa kali dari target awal sebesar Rp10 triliun, ini sekaligus melampaui pemesanan ORI seri sebelumnya yakni ORI018 yang sebesar Rp12,97 triliun.

Tak hanya itu, pemesanan ORI019 juga mencetak rekor sebagai pemesanan SBN ritel online tertinggi sepanjang sejarah. Sebelumnya, realisasi penjualan SBN ritel tertinggi diraih oleh seri SR013 tahun 2020 yakni sebesar Rp25,67 triliun.

Sementara itu, masa penawaran dibuka sejak 25 Januari 2021 hingga 18 Februari 2021. Artinya, seluruh kuota pemesanan telah habis meskipun masih tersisa masa pemesanan hingga Kamis (18/2/2021) pukul 10.00.

"Kami telah mencapai dan melebihi target penjualan ORI019 kami sebelum masa penawaran berakhir. Yang bisa saya sampaikan adalah 10 persen lebih tinggi daripada yang kami targetkan atau 110 persen dari 100 persen target," kata Ivan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi Obligasi Pemerintah commonwealth bank ORI019
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top