Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indika Energy (INDY) Tingkatkan Produksi Batu Bara 31,4 Juta Ton pada 2021

INDY menargetkan produksi batubara mencapai 31,4 juta ton pada 2021 ini. Target konstribusi masing-masing anak usaha yakni PT Kideco Jaya Agung sebesar 30 juta ton, sementara PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) sejumlah 1,4 juta ton.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 17 Februari 2021  |  16:10 WIB
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan. - petrosea.com
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan. - petrosea.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara, PT Indika Energy Tbk. (INDY) menargetkan produksi batubara 31,4 juta ton dari dua anak usahanya. Belanja modal pun dianggarkan mencapai US$130,7 juta.

Head of Corporate Communications Indika Energy Ricky Fernando menuturkan pihaknya menargetkan peningkatan produksi batu bara pada 2021 ini, sekaligus tetap menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk berbagai lini bisnisnya.

"Kami menganggarkan belanja modal atau capex di tahun 2021 sebesar US$130,7 juta," jelasnya kepada Bisnis, Rabu (17/2/2021).

Jumlah tersebut, jika mengacu pada nilai tukar rupiah penutupan perdagangan hari ini, di level Rp14.020 berarti senilai Rp1,83 triliun. Dengan alokasi utama sebesar US$80 juta setara Rp1,12 triliun untuk kebutuhan Petrosea.

Sebanyak US$ 14,3 juta setara Rp200,48 miliar untuk Interport, dan US$12,9 juta atau setara Rp180,85 miliar untuk Kideco.

Selain itu, Indika menargetkan produksi batubara mencapai 31,4 juta ton pada 2021 ini. Target konstribusi masing-masing anak usaha yakni PT Kideco Jaya Agung sebesar 30 juta ton, sementara PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) sejumlah 1,4 juta ton.

Jumlah tersebut sedikit meningkat dari target pada 2020, dimana INDY mematok target produksi sebesar 30,95 juta ton dari dua anak perusahaannya.

Di sisi lain, pelarangan impor batu bara yang dilakukan China terhadap Australia dinilai dapat menjadi momentum positif untuk emiten-emiten Indonesia di sektor ini pada tahun 2021.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, prospek saham sektor batu bara pada tahun 2021 cukup positif. Salah satu faktor pendukung kinerja perusahaan-perusahaan batu bara adalah kebijakan China yang melarang impor komoditas ini dari Australia.

“Perusahaan di Indonesia bisa memanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan kinerja ekspor batubara ke China,” katanya saat dihubungi Bisnis.

Selain itu, upaya hilirisasi batu bara yang diupayakan sejumlah perusahaan juga berpotensi meningkatkan kinerja. Pasalnya, dengan menjalankan hilirisasi, termasuk gasifikasi batubara, perusahaan akan mendapatkan fasilitas stimulus fiskal dari pemerintah.

Di sisi lain, tingkat permintaan batu bara pada tahun ini juga diprediksi akan kembali pulih. Pemulihan tersebut utamanya berasal dari China yang telah terlihat dari peningkatan indeks manufaktur dan pertumbuhan ekonomi yang positif.

Data dari Biro Statistik Nasional China (NBS) mencatat indeks manajer pembelian (purchasing managers’ index/PMI) sektor manufaktur turun menjadi 51,3 dari 51,9 pada Desember 2021. Meski turun, catatan indeks di atas 50 masih menunjukkan tren ekspansif di China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy batu bara Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top