Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lepas dari INDY, Delta Dunia (DOID) Berlabuh ke BYAN

DOID mengumumkan telah menandatangani perjanjian perpanjangan kontrak dengan anak usaha PT Bayan Resources Tbk (BYAN), PT Indonesia Pratama.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 21 Januari 2021  |  12:18 WIB
Kegiatan pengupasan tanah PT Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk.(DOID). - deltadunia.com
Kegiatan pengupasan tanah PT Bukit Makmur Mandiri Utama, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk.(DOID). - deltadunia.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten kontraktor pertambangan, PT Delta Dunia Makmur Tbk., berhasil meraih perpanjangan kontrak dengan entitas usaha PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), menyusul usainya kontrak dengan salah satu entitas usaha PT Indika Energy Tbk. (INDY).

Untuk diketahui, PT Kideco Jaya Agung, anak usaha INDY, tidak memperpanjang kontrak jasa pertambangan dengan Delta Dunia Makmur (DOID) melalui entitas anak usahanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).

Kontrak yang telah berlangsung sejak 2004 itu telah selesai per September 2020. Padahal, kontrak pertambangan dengan Kideco merupakan salah satu kontrak terbesar yang dimiliki perseroan, atau sekitar 7,4 persen dari total keseluruhan volume kontrak tambang BUMA hingga September 2020.

Namun, di tengah kehilangan kontrak tersebut, DOID mengumumkan telah menandatangani perjanjian perpanjangan kontrak dengan anak usaha BYAN, PT Indonesia Pratama.

Perpanjangan kontrak tersebut akan berlaku hingga Desember 2031. Sebelumnya, periode kontrak jasa pertambangan dengan Indonesia Pratama berlaku 2018 hingga 2026.

Manajemen Delta Dunia Makmur menjelaskan bahwa kontrak itu mencakup ekspansi yang cukup signifikan bagi perseroan.

Perpanjangan kontrak itu memberikan tambahan volume overburden removal (OB) perseroan hingga 650 juta bcm dan lebih dari 210 juta ton batu bara yang akan diekstraksi.

Selain itu, kontrak juga memberikan pengerjaan pengangkutan batu bara lebih dari 75 juta ton.

“Dengan demikian, perkiraan nilai kontrak itu mencapai US$1,9 miliar atau setara Rp26 triliun,” tulis manajemen Delta Dunia Makmur, dikutip dari laporan bulanannya, Rabu (20/1/2021).

Di lantai bursa, pada perdagangan Kamis (21/1/2021) hingga pukul 11.33 WIB, DOID parkir di level Rp374 per saham, naik 3,31 persen. Sepanjang tahun berjalan 2021, DOID telah menguat 2,76 persen.

Kapitalisasi pasar DOID berada di posisi Rp3,22 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy bayan resources delta dunia makmur
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top