Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tesla Borong Bitcoin, Harga Tembus Rekor Baru Lampaui US$44.000

Lonjakan ini terjadi setelah Tesla telah menginvestasikan US$1,5 miliar untuk membeli Bitcoin.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  21:27 WIB
Ilustrasi Bitcoin. Aset cryptocurrency terbesar ini menembus level US23.000 untuk pertama kalinya pada Kamis (17/12/2020). - Bloomberg
Ilustrasi Bitcoin. Aset cryptocurrency terbesar ini menembus level US23.000 untuk pertama kalinya pada Kamis (17/12/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga Bitcoin melonjak ke level tertinggi sepanjang masa setelah Tesla Inc. menyatakan telah membeli aset cryptocurrency ini senilai US$1,5 miliar.

Berdasarkan data Bloomberg, Bitcoin naik hingga 16 persen ke level tertinggi sepanjang masa di level US$44.795,20 sebelum kemudian melandai menjadi 12 persen ke US$43.218,69 pada pukul 20.59 WIB.

Lonjakan ini terjadi setelah Tesla telah menginvestasikan US$1,5 miliar untuk membeli Bitcoin, berdasarkan keterbukaan informasi Tesla kepada otoritas pasar modal AS. Ini menjadikan Tesla perusahaan terbesar yang mendukung aset cryptocurrency.

Selain itu, Tesla juga mengatakan akan mulai menerima koin digital sebagai bentuk pembayaran untuk pembelian mobil listrik produksi perusahaan.

“Kami berharap untuk mulai menerima Bitcoin sebagai bentuk pembayaran untuk produk kami dalam waktu dekat, tunduk pada hukum yang berlaku, dan awalnya hanya berlaku terbatas,” kata Tesla dalam keterbukaan tersebut.

Dukungan salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia, dan pendirinya Elon Musk, kepada aset Bitcoin menjadi tanda besar dorongan terhadap cryptocurrency. Padahal, ase ini telah dikritik oleh para pembuat kebijakan karena memfasilitasi pencucian uang dan penipuan.

“Orang terkaya di dunia yang mengalokasikan US$1,5 miliar dari kas perusahaan untuk Bitcoin berbicara banyak tentang cryptocurrency yang mendapatkan persetujuan institusional,” kata mitra pengelola dan co-founder Nexo Antoni Trenchev, seperti dikutip Bloomberg.

“Tesla sekarang telah membuka jalan,” lanjutnya. Trenchev memperkirakan sekitar 10 persen dari perusahaan S&P 500 akan berinvestasi dalam Bitcoin pada akhir tahun 2022.

Perusahaan lain telah melakukan investasi serupa ke dalam Bitcoin. MicroStrategy Inc. telah menghabiskan sekitar US$1,1 miliar untuk membeli token tersebut. Pada bulan Oktober 2020, Square Inc., yang dipimpin oleh pendukung aset kripto Jack Dorsey mengumumkan bahwa mereka mengubah membeli koin digital tersebut senilai US$50 juta dari total asetnya pada kuartal kedua tahun 2020.

Perjalanan Bitcoin menuju rekor telah ditandai dengan perubahan besar yang terus memicu ketidakpastian terhadap prospek koin digital ini. Beberapa pihak memperkirakan penguatan ini hanya permainan spekulan semata.

Di sisi lain, pihak lainnya mengatakan reli Bitcoin akan bertahan lama menyusul minat investor jangka panjang yang tinggi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin tesla
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top