Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tower Bersama (TBIG) Gunakan Dana Obligasi untuk Bayar Utang Anak Usaha

TBIG berencana menerbitkan obligasi dengan target dana senilai Rp2,91 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 01 Februari 2021  |  15:27 WIB
Halaman muka Laporan Tahunan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk 2016. - towerbersama
Halaman muka Laporan Tahunan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk 2016. - towerbersama

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. akan menerbitkan obligasi hingga Rp2,91 triliun untuk membayar utang para anak usaha.

Dalam prospektus yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, emiten dengan kode saham TBIG ini akan menggunakan dana penerbitan obligasi untuk membayar sebagian kewajiban PT Solu Sindo Kreasi Pratama dan PT Tower Bersama.

“Perusahaan anak perseroan yang terkait dengan fasilitas pinjaman revolving dalam US$275 juta Facility Agreement,” tulis manajemen TBIG, seperti dikutip pada Senin (1/2/2021).

Adapun, pembayaran itu akan diberikan kepada para kreditur melalui United Overseas Bank Ltd. sebagai agen. Obligasi yang diterbitkan dalam denominasi rupiah ini nantinya akan dikonversi ke mata uang olar AS pada tanggal pembayaran.

TBIG menjelaskan fasilitas pinjaman revolving dalam US$275 jtua Facility Agreement dikenakan marjin bunga sebesar 1,85 persen per tahun di atas LIBOR untuk kreditur dalam negeri.

Sementara untuk kreditur luar negeri dikenakan bunga 1,75 persen di atas LIBOR. Fasilitas ini bakal jatuh tempo pada Juni 2026.

Kedua anak usaha TBIG di atas telah menggunakan semua fasilitas ini senilai US$275 juta per 29 Januari 2021 yang digunakan untuk tambahan modal kerja.

Nilai itu setara dengan Rp3,87 triliun dengan kurs pada 29 Januari 2021 sebesar Rp14.084 per dolar AS.

Setelah dilakukan pembayaran, saldo kewajiban 2 anak usaha TBIG menjadi Rp971,7 miliar atau setara US$69 juta.

“Tidak ada penalti yang dikenakan atas pembayaran ini,” tulis TBIG.

Mengutip pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, emiten Grup Saratoga itu akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2021 senilai Rp2,91 triliun pekan depan.

Surat utang itu ditawarkan dalam dua seri. Seri A memiliki pokok Rp1,89 triliun dengan tenor 370 hari kalender (1 tahun) atau jatuh tempo pada 27 Februari 2022. 

Kupon diberikan sebesar 5,50 persen per tahun dengan frekuensi pembayaran per tiga bulan.

Selanjutnya Seri B memiliki pokok Rp1,01 triliun dengan tenor 3 tahun atau jatuh tempo pada 17 Februari 2024.

Untuk Seri B ini diberikan bunga yang lebih tinggi sebesar 6,75 per tahun dengan frekuensi pembayaran bunga per tiga bulan.

Masa penawaran umum untuk Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2021 ini akan dilakukan pada 10—11 Februari 2021.

Adapun, penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure Tahap III Tahun 2021 ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan IV Tower Bersama Infrastructure dengan target dana dihimpun maksimal Rp7 triliun. 

Surat utang ini mendapatkan peringkat idAA+ dari Fitch Ratings Indonesia. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi kali ini adalah PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT OCBC Sekuritas Indonesia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obligasi korporasi tower bersama infrastructure
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top