Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tren Suku Bunga Rendah, TBIG Fokus Refinancing Utang Tahun Ini

Chief Financial Officer Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan bahwa saat ini pasar obligasi global sedang bagus karena didukung kondisi tren suku bunga yang rendah.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  19:25 WIB
Halaman muka Laporan Tahunan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk 2016. - towerbersama
Halaman muka Laporan Tahunan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk 2016. - towerbersama

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten menara telekomunikasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk., akan memanfaatkan tren suku bunga rendah saat ini untuk me-refinancing utang.

Chief Financial Officer Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan bahwa saat ini pasar obligasi global sedang bagus karena didukung kondisi tren suku bunga yang rendah.

Selain itu, lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menaikkan 2 notch peringkat emiten berkode saham TBIG itu menjadi BBB- (investment grade) dari BB.

“Kedua hal tersebut menjadi alasan TBIG untuk me-refinancing bond kami yang jatuh tempo tahun 2022 berkupon 5,25 persen dengan obligasi baru yang kuponnya hanya 2,75 persen sehingga kami bisa menghemat 2,5 persen biaya bunga,” ujar Helmy saat dihubungi Bisnis, Rabu (27/1/2021).

Oleh karena itu, Helmy menuturkan bahwa perseroan akan fokus untuk refinancing sejumlah utang pada tahun ini untuk memanfaatkan momentum tren suku bunga rendah di pasar saat ini.

Untuk diketahui, TBIG telah mencatatkan penerbitan obligasi global senilai US$300 juta pada 21 Januari 2021 di Bursa Efek Singapura (SGX).

Obligasi itu merupakan surat utang tanpa jaminan yang didahulukan (senior unsecured notes) yang akan jatuh tempo pada 2026 dengan kupon 2,75 persen. Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings memberikan peringkat BBB- untuk obligasi itu.

Dana hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan TBIG untuk membayar sebagian saldo terutang dari fasilitas pinjaman revolving senilai US$375 juta, fasilitas pinjaman revolving US$100 juta (Fasilitas B), dan fasilitas pinjaman revolving US$200 juta (Fasilitas RLF tahun 2017).

Namun, jumlah pembiayaan kembali untuk Fasilitas B dan Fasilitas RLF tahun 2017 itu akan tetap tersedia dan dapat dipinjam kembali.

Di lantai bursa, pada penutupan perdagangan Rabu (27/1/2021) TBIG parkir di level Rp2.250 per saham, naik 7,14 persen. Sepanjang tahun berjalan 2021, TBIG telah naik 31,2 persen. Kapitalisasi pasar TBIG tercatat senilai Rp50,98 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Suku Bunga tower bersama refinancing
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top