Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tahun Ini SBN Ritel Dirilis 6 Kali, Nilai Penerbitan Ditargetkan Rp80 Triliun

Kementerian Keuangan mengagendakan penerbitan SBN ritel setidaknya 6 kali pada tahun ini dengan instrumen obligasi negara ritel (ORI), Sukuk Ritel, Saving Bonds Ritel (SBR), serta Sukuk Tabungan.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 03 Januari 2021  |  14:44 WIB
Nasabah sedang melakukan transaksi pembelian Sukuk Ritel SR013 melalui kantor cabang BNI Syariah, Jumat (28/8). - bnisyariah\\r\\n
Nasabah sedang melakukan transaksi pembelian Sukuk Ritel SR013 melalui kantor cabang BNI Syariah, Jumat (28/8). - bnisyariah\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana menerbitkan surat berharga negara (SBN) ritel setidaknya enam kali pada 2021, dengan target penerbitan hingga Rp80 triliun.

Direktur Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman memperkirakan minat investor atas SBN ritel masih tinggi pada tahun ini. Hal itu terjadi seiring dengan proyeksi terjadinya pemulihan ekonomi.

Untuk itu, DJPPR mengagendakan penerbitan SBN ritel setidaknya 6 kali pada tahun ini dengan instrumen obligasi negara ritel (ORI), Sukuk Ritel, Saving Bonds Ritel (SBR), serta Sukuk Tabungan.

Tak hanya itu pemerintah juga berencana kembali menerbitkan Cash-Waqf Linked Sukuk (CWLS).

“Untuk timing dan besaran penerbitan SBN ritel di 2021 dapat disesuaikan dengan minat investor dan kondisi pasar keuangan saat itu,” kata Luki kepada Bisnis, pekan lalu.

Untuk target penerbitan tahun 2021, Luki menyebut pemerintah memasang angka di kisaran Rp60—80 triliun. Angka ini tak jauh dari realisasi penerbitan SBN ritel sepanjang 2020 yang mencapai Rp76,78 triliun.

Luki menegaskan, penerbitan SBN ritel tetap diupayakan untuk menjaring investor baru, khususnya generasi milenial, yang berpotensi menjadi basis investor di masa depan sebagai bagian dari pendalaman pasar SBN di Tanah Air.

Sepanjang 2020, pemerintah telah menerbitkan 6 SBN ritel terdiri atas 1 savings bonds ritel (seri SBR009), 2 sukuk ritel (seri ST012 dan ST013), 2 obligasi negara ritel (seri ORI017 dan ORI018), dan 1 sukuk tabungan (seri ST007).

Adapun, akumulasi nilai pemesanan keenam SBN ritel tersebut mencapai Rp76,78 triliun. Seri SR013 menjadi yang paling banyak dipesan dengan jumlah pemesanan yang ditetapkan Rp25,67 triliun.

Realisasi tersebut jauh melampaui total pemesanan SBN ritel pada 2019 yang sebesar Rp49,70 triliun. Padahal tahun tersebut pemerintah lebih getol menerbitkan instrumen ritel yakni hingga 10 seri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbn kemenkeu surat berharga negara
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top