Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indeks Dolar Loyo, Rupiah Menguat Tipis di Awal Perdagangan

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.04 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 8 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.147 per dolar AS.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  09:13 WIB
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah bergerak menguat tipis pada awal perdagangan hari ini, Selasa (29/12/2020), di tengah pelemahan indeks dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.04 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 8 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.147 per dolar AS.

Adapun pada saat yang sama, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,142 poin atau 0,16 persen ke level 90,195.

Pada perdagangan kemarin, Senin (28/12/2020), mata uang garuda parkir di level Rp14.155 per dolar AS, menguat 0,32 persen atau 45 poin. Kinerja itu menjadi penguatan terbaik kedua di antara mata uang Asia lainnya, tepat di bawah won Korea Selatan yang menguat 0,42 persen.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan penguatan rupiah diprediksi dapat berlanjut pada perdagangan hari ini dan bergerak di kisaran Rp14.130 - Rp14.180 per dolar AS.

"Stimulus jumbo AS membuat ketersedian likuiditas di pasar melimpah sehingga akan membuat dolar AS melemah dan menjadi momentum penguatan bagi aset risiko, termasuk rupiah," paparnya.

Ibrahim mengatakan penguatan rupiah didukung oleh kabar Presiden AS Donald Trump yang menandatangani paket bantuan dan pengeluaran pandemi senilai US$2,3 triliun, yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat pada minggu sebelumnya.

“Tanda tangan Trump mencegah penutupan sebagian pemerintah federal dan akan mengembalikan tunjangan pengangguran bagi orang Amerika yang telah kehilangan pekerjaan mereka akibat pandemi Covid-19,” ujar Ibrahim.

Untuk diketahui, Presiden AS Donald Trump menyetujui paket penanganan corona dan pendanaan pemerintah senilai US$2,3 triliun.Paket bantuan senilai US$900 miliar telah disetujui oleh Kongres setelah negosiasi berbulan-bulan. Ini adalah bagian dari paket pengeluaran US$2,3 triliun yang mencakup US$1,4 triliun untuk pengeluaran normal pemerintah federal.

Selain itu, Ibrahim menjelaskan bahwa pasar merespon positif terhadap kehadiran UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, pasca pandemi covid-19 yang awalnya banyak mendapat pertentangan baik dari aktivis buruh maupun para mahasiswa, saat ini terus membawa berkah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top