Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

MNC Sekuritas: IHSG Bisa Menguat, Rekomendasi Saham BBCA hingga MDKA

Diperkirakan rentang penguatan IHSG berada pada area 6,060-6,120 pada Senin (28/12/2020).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  06:10 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Institutional Research MNC Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Senin (28/12/2020).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan kemarin mengalami koreksi sebesar 1,57 persen dan berada pada level 6.008,709 dari posisi 6.104,324 pada penutupan pekan sebelumnya.

Kemudian data kapitalisasi pasar ditutup terkoreksi atau mengalami perubahan sebesar 1,35 persen atau berkurang Rp95,62 triliun menjadi Rp7.006,354 triliun dari Rp7.101,974 triliun pada pekan yang lalu.

Dalam publikasi riset, tim analis Institutional Research MNC Sekuritas menyampaikan menutup pekan kemarin (23/12), IHSG ditutup terkoreksi tipis 0,2% ke level 6,008, bahkan sempat mencapai titik terendah di level 5,853.

"Kami perkirakan saat ini IHSG sedang berada di akhir wave [a] dari wave 4 dari wave (C), sehingga IHSG akan berpeluang menguat terlebih dahulu untuk membentuk wave [b] dari wave 4," paparnya, Senin (28/12/2020).

Diperkirakan rentang penguatan IHSG berada pada area 6,060-6,120. Namun demikian, masih terdapat peluang IHSG terkoreksi menuju rentang 5,680-5,800 untuk membentuk wave [c] dari wave 4. Level support 5,911, 5,775, dan level resistance 6,100, 6,195

*AKRA - Buy on Weakness* (3,240)Sempat terkoreksi hingga 3,110, menutup perdagangan lalu (23/12), AKRA terkoreksi 2,1% ke level 3,240. Kami memperkirakan pergerakan AKRA sudah berada di akhir wave (iv) dari wave [iii] dari wave C, sehingga koreksi AKRA seudah cenderung terbatas dan berpeluang menguat membentuk wave (v) dari wave [iii] dari wave C.Buy on Weakness: 3,170-3,240Target Price: 3,600, 3,800Stoploss: below 3,110

*BBCA - Spec Buy* (33,625)Pada perdagangan kemarin (23/12), BBCA ditutup menguat tipis sebesar 0,1% ke level 33,625. Kami perkirakan pergerakan BBCA saat ini sudah berada di akhir wave (iv) dari wave [v] dari wave 3. Hal tersebut berarti, koreksi BBCA sudah relatif terbatas dan berpeluang menguat kembali untuk membentuk wave (v) dari wave [v].Spec Buy: 33,275-33,625Target Price: 35,000, 36,000Stoploss: below 33,000

*MDKA - Buy on Weakness* (2,540)MDKA ditutup terkoreksi cukup agresif sebesar 2,3% ke level 2,540 pada perdagangan pekan lalu (23/12). Kami perkirakan saat ini MDKA sedang berada di akhir wave [iv] dari wave C dari wave (5), sehingga koreksi MDKA akan relatif terbatas dan berpeluang menguat untuk membentuk wave [v] dari wave C.Buy on Weakness: 2,400-2,540Target Price: 2,900, 3,030Stoploss: below 2,300

*ACES - Sell on Strength* (1,780)Pada perdagangan lalu (23/12), ACES ditutup menguat 2% ke level 1,780. Namun, selama ACES belum mampu ditutup secara agresif di atas 1,850, maka kami perkirakan penguatan ACES kemarin merupakan bagian dari wave [b] dari wave 2 dari wave (C). Hal tersebut berarti, penguatan ACES akan relatif terbatas dan rentan terkoreksi kembali, adapun level koreksi ACES berada pada rentang 1,550-1,650.Sell on Strength: 1,790-1,820

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bca rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top