Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Emiten Batu Bara Sinar Mas (GEMS) Incar 37 Juta Ton pada 2021

Direktur Golden Energy Mines R Utoro mengatakan bahwa perseroan memproyeksi outlook industri batu bara lebih baik pada tahun depan dibandingkan dengan tahun ini.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  20:08 WIB
Sebuah trailer sedang mengangkut lapisan tanah di area pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk. - goldenenergymines.com
Sebuah trailer sedang mengangkut lapisan tanah di area pertambangan PT Golden Energy Mines Tbk. - goldenenergymines.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara, PT Golden Energy Mines Tbk., menargetkan volume produksi pada 2021 dapat mencapai 37 juta ton.

Direktur Golden Energy Mines R Utoro mengatakan bahwa perseroan memproyeksi outlook industri batu bara lebih baik pada tahun depan dibandingkan dengan tahun ini.

Dia pun semakin percaya diri kinerja perseroan juga akan ikut lebih moncer, mengingat pada tahun ini ketika industri tambang berada dalam tekanan perseroan berhasil membukukan pertumbuhan produksi.

Emiten berkode saham GEMS itu mencatatkan volume produksi sebesar 23,9 juta ton hingga kuartal III/2020, naik 16 persen daripada perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar 20,7 juta ton.

Forecast pencapaian 32 juta ton pada 2020 dapat diraih, sedangkan pada 2021 gambarannya lebih baik daripada 2020 dengan alokasi [target volume produksi] saat ini diberikan 37 juta ton pada 2021,” ujar R Utoro saat paparan publik secara daring, Selasa (15/12/2020).

Sementara itu, Presiden Direktur Golden Energy Mines Bonifasius mengatakan bahwa permintaan pasar sudah menunjukkan sinyal peningkatan memasuki tahun depan.

Hal itu pun terjadi bersamaan dengan harga batu bara global yang juga tengah menguat sejak awal kuartal IV/2020 dan memberikan sinyal positif terhadap kinerja perseroan pada tahun depan.

Untuk diketahui, pada perdagangan Senin (14/12/2020) harga batu bara Newcastle untuk kontrak Januari 2021 di bursa ICE parkir di level US$83,85 per ton, naik 1,64 persen.

Adapun, dalam perdagangan tiga bulan terakhir harga naik hingga 44,94 persen dan sepanjang tahun berjalan 2020 harga menguat 14,31 persen.

Dia menilai penguatan harga itu disebabkan oleh musim dingin yang cukup ekstrim di beberapa negara sehingga meningkatkan kebutuhan energi yang terjadi di saat cadangan batu bara banyak negara tengah menipis.

“Supply dan demand pasar pada kuartal I/2021 diprediksi tidak balance yang kami harapkan menaikkan harga batu bara cukup tinggi sehingga tahun depan kinerja kami lebih bagus lagi,” Bonifasius.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, GEMS membukukan pendapatan sebesar US$783,86 juta hingga kuartal III/2020, tumbuh 4,21 persen dibandingkan dengan perolehan kuartal III/2019 sebesar US$752,16 juta.

Sementara itu, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk berhasil tumbuh positif hingga 40,47 persen menjadi US$63,96 juta, dibandingkan dengan US$45,94 juta pada kuartal III/2019.

Adapun, kinerja GEMS menjadi satu-satunya emiten pertambangan batu bara yang berhasil mencatatkan pertumbuhan top line dan bottom line hingga kuartal III/2020 di saat mayoritas kinerja emiten lainnya terkoreksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sinar mas golden energy batu bara
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top