Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Alat berat membersihkan area penimbunan batu bara. -  Bloomberg / Nicolo Filippo Rosso
Premium

Dilema Golden Energy (GEMS), Sayap Sinar Mas yang Terancam Delisting

27 November 2020 | 20:48 WIB
Golden Energy (GEMS) merancang aksi korporasi untuk mewujudkan skema penambahan saham publik.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengirim pesan peringatan untuk PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS). Emiten tambang dan batu bara yang masih berada di bawah naungan Grup Sinar Mas itu terancam dihapus dari bursa bila tak segera memenuhi syarat free-float sesuai regulasi bursa.

Free float adalah jumlah saham minoritas suatu perusahaan yang beredar dan dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Bila mengacu poin V.1 Peraturan Bursa No.I-A, emiten wajib memiliki 50 juta lembar atau paling sedikit 7,5 persen saham free float.

Sebenarnya, saham free float GEMS sudah melampaui 50 juta lembar. Namun, proporsinya masih di bawah 7,5 persen, tepatnya hanya 3,01 persen sehingga perusahaan dipandang masih wajib melakukan penyesuaian.

“Dalam hal perseroan belum menyampaikan pernyataan pendaftaran Penambahan Modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada bulan Desember 2020, maka Bursa akan mempertimbangkan melakukan delisting atas efek Perseroan yang tercatat di bursa,” tulis BEI dalam keterangan tertulisnya Rabu (25/11).

Ini bukan kali pertama GEMS mendapat peringatan dari bursa. Teguran perkara free float ini pertama kali didapat perusahaan pada 30 Januari 2018. Sejak waktu itu, saham GEMS bahkan disuspensi dari perdagangan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top