Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Minyak OPEC Diperkirakan Naik pada 2021, Brent Diproyeksi Berada di Level US$49 per Barel

Dalam proyeksi energi jangka pendek (short term energy outlook/STEO) Desember 2020, EIA memperkirakan produksi minyak OPEC akan mencapai rata-rata 27,5 juta barel per hari (bph), naik dari perkiraan 25,6 juta bph pada 2020. 
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 09 Desember 2020  |  20:42 WIB
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Administrasi Informasi Energi AS (US Energy Information Administration/ EIA) memproyeksikan produksi minyak OPEC pada 2021 akan meningkat.

Dalam proyeksi energi jangka pendek (short term energy outlook/STEO) Desember 2020, EIA memperkirakan produksi minyak OPEC akan mencapai rata-rata 27,5 juta barel per hari (bph), naik dari perkiraan 25,6 juta bph pada 2020. 

Dalam laporan yang dirilis Selasa (8/12/2020) waktu setempat, EIA menyebutkan bahwa kenaikan tersebut mencerminkan potensi peningkatan OPEC yang diumumkan untuk target produksi dan peningkatan produksi di Libya.

Menurut EIA, pada pertemuan 3 Desember, OPEC dan peserta OPEC+ memutuskan untuk membatasi peningkatan produksi minyak yang direncanakan pada Januari 2021.

OPEC+ mengumumkan akan meningkatkan target produksinya sebesar 0,5 juta bph pada Januari 2021. Grup tersebut pada awalnya berencana untuk meningkatkan target sebesar 2,0 juta bph. 

Grup tersebut juga akan menilai keadaan pasar minyak global dan permintaan minyak bumi setiap bulan, menyesuaikan target berdasarkan kondisi pasar. 

EIA sekarang memperkirakan produksi minyak mentah OPEC akan rata-rata 25,7 juta bph pada kuartal pertama 2021, atau 1,7 juta bph lebih rendah dari perkiraan pada STEO November dan mencerminkan perubahan yang diumumkan pada target OPEC+ dan asumsi kepatuhan yang lebih efektif terhadap target.

EIA juga memperkirakan bahwa produksi minyak mentah AS adalah 11,2 juta bph pada bulan November, naik dari 10,9 juta bph pada bulan September.

“Peningkatan tersebut sebagian besar mencerminkan produksi yang lebih besar di Teluk Federal Meksiko AS setelah gangguan terkait badai,” seperti dilansir dari laman EIA, dikutip Rabu (9/12/2020).

EIA memperkirakan produksi minyak mentah AS akan turun menjadi kurang dari 11,0 juta bph pada Maret 2021 terutama karena penurunan produksi di negara bagian Lower 48 (negara bagian utama di luar Alaska dan Hawai).

EIA memperkirakan penurunan tingkat produksi di sumur yang ada akan melebihi produksi dari sumur yang baru dibor di masa mendatang. Produksi minyak mentah di negara bagian Lower 48 akan meningkat dari 8,7 juta bph pada Februari 2021 menjadi 9,1 juta bph pada Desember 2021, karena peningkatan pengeboran sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak.

Peningkatan ini berkontribusi pada total produksi minyak mentah AS yang mencapai 11,4 juta bph pada Desember 2021. Secara rata-rata tahunan, EIA memperkirakan produksi minyak mentah AS turun dari 12,2 juta bph pada 2019 menjadi 11,3 juta bph pada 2020 dan 11,1 juta bph pada tahun 2021.

 

HARGA MINYAK

EIA memperkirakan bahwa harga Brent akan rata-rata US$ 49 per barel pada 2021, naik dari rata-rata yang diharapkan sebesar US$43 per barel pada kuartal keempat tahun 2020.

Perkiraan harga minyak mentah yang lebih tinggi tahun depan mencerminkan ekspektasi EIA bahwa sementara persediaan akan tetap tinggi, mereka akan menurun dengan meningkatnya permintaan minyak dunia dan produksi minyak OPEC+ yang terkendali.

“EIA memperkirakan harga Brent akan rata-rata US$47 per barel pada kuartal pertama 2021 dan naik ke rata-rata US$50 per barel pada kuartal keempat,” tulis EIA.

Rata-rata kuartal pertama 2021 adalah US$5 per barel lebih dari perkiraan di STEO bulan lalu, dan rata-rata kuartal keempat adalah US$1 per barel lebih banyak.

Perkiraan harga kuartal pertama yang lebih tinggi mencerminkan perkiraan persediaan minyak global yang lebih curam sebagai akibat dari keputusan OPEC+ pada 3 Desember untuk membatasi peningkatan produksi yang direncanakan sebelumnya pada Januari 2021.

EIA memperkirakan tingkat persediaan minyak global yang tinggi dan kelebihan kapasitas produksi minyak mentah akan membatasi tekanan ke atas pada harga minyak sepanjang tahun 2021.  

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak opec produksi minyak
Editor : Lukas Hendra TM
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top