Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Vaksin Tiba di Indonesia, Rupiah Justru Terkoreksi

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.30 WIB, nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,09 persen atau 12,5 poin ke level Rp14.117,5 per dolar AS.
Karyawan menghitung dolar AS di Jakarta, Rabu (18/11/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menghitung dolar AS di Jakarta, Rabu (18/11/2020). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Rupiah berada di zona merah pada awal perdagangan Senin (7/12/2020) di tengah sentimen kedatangan vaksin Covid-19 ke tanah air.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.30 WIB, nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,09 persen atau 12,5 poin ke level Rp14.117,5 per dolar AS.

Adapun, pelemahan itu terjadi bersama dengan koreksi mayoritas mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS. Pelemahan terdalam terjadi pada mata uang ringgit Malaysia yang turun 0,27 persen.

Padahal, indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama bergerak melemah tipis 0,01 persen ke posisi 90,688.

Selain itu, rupiah juga terkoreksi ketika indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil menguat cukup baik pada awal perdagangan pekan ini di tengah kabar perkembangan vaksin Covid-19.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12/2020), sekitar pukul 21.00 WIB.

“Vaksin ini buatan Sinovac yang kita uji secara klinis di Bandung sejak Agustus 2020 yang lalu. Kita juga masih mengupayakan 1,8 juta dosis vaksin yang akan tiba di awal Januari 2021,” ujarnya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (6/12/2020).

Lebih lanjut, selain vaksin dalam bentuk jadi, kata Presiden, dalam bulan ini juga akan tiba di Tanah Air sebanyak 5 juta dosis vaksin dan pada Januari 2031 sebanyak 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku curah yang akan diproses lebih lanjut oleh PT Bio Farma (Persero).

Sementara itu, ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan dalam jangka pendek, level support rupiah masih berada di kisaran Rp14.000 dengan mempertimbangkan beberapa sentimen yang bervariasi mempengaruhi sentimen aset-aset berisiko.

“Optimisme vaksin serta stimulus fiskal pemerintah AS diperkirakan masih akan mendukung risk-on sentiment di pasar keuangan negara berkembang,” tuturnya kepada Bisnis, Jumat (4/12/2020).

Namun demikian, sentimen positif terbatasi oleh perkembangan jumlah kasus COVID-19 dalam beberapa waktu terakhir yang mencatatkan rekor kasus baru hariannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper