Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asing Jangan Ngadi-ngadi, Tahun Ini Kebangkitan Investor Ritel

Bursa Efek Indonesia melansir, per 19 November 2020, jumlah investor pasar modal yang tercatat mencapai 3,53 juta investor. Jumlah tersebut melampaui targer BEI sebesar 3 juta investor.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  09:43 WIB
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi saat paparan dalam Media Gathering Pasar Modal 2020, Selasa (1/12 - 2020)
Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi saat paparan dalam Media Gathering Pasar Modal 2020, Selasa (1/12 - 2020)

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut tahun 2020 merupakan kebangkitan investor ritel. Di tengah aksi jual asing, peran investor ritel dinilai sangat mampu menopang koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi optimis pertumbuhan jumlah investor ritel bakal terus meningkat pada tahun depan. Per 19 November 2020, jumlah investor pasar modal yang tercatat mencapai 3,53 juta investor.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 42,6 persen atau 1,50 juta di antaranya merupakan investor saham dan sisanya investor reksa dana dan obligasi.

Inarno mengatakan jumlah tersebut melampaui target bursa yang mematok 3 juta investor di tahun ini. Adapun, dengan realisasi tersebut naik sekitar 37 persen dibandingkan 2019 lalu.

Rata-rata investor aktif harian juga terpantau mengalami peningkatan. Per akhir 2019, rata-rata investor aktif harian ada 55.000 per hari, tapi per November 2020 menjadi 84.000 per hari atau naik 53 persen. 

Adapun rata-rata investor aktif ritel harian menunjukkan kenaikan yang jauh lebih signifikan, menjadi 151.000 per akhir November 2020, dari 51.000 per Januari 2020 atau melonjak 184 persen.

“Ini cukup bagus. Sangat bagus. Jadi tahun ini adalah kebangkitan dari investor ritel kita,” tutur Inarno dalam paparannya di Media Gathering Pasar Modal 2020, Selasa (1/12/2020)

Bursa juga mencatat nilai transaksi investor ritel juga meningkat pesat, yakni mencakup 44,3 persen terhadap total transaksi sepanjang Januari hingga Oktober 2020, dibandingkan transaksi investor institusi lokal 21,7 persen dan investor institusi asing 34,0 persen.

Begitupun porsi kepemilikan investor ritel di pasar saham terpantau bertambah. Per Oktober 2020, porsi investor ritel sebesar 12,2 persen, sedangkan per akhir 2019 sekitar 10,6 persen.

Inarno menargetkan pertumbuhan investor untuk tahun depan sekitar 22 persen. Namun, melihat realisasi tahun ini serta melihat pola kebiasaan masyarakat pascapandemi, dia tak menutup kemungkinan target itu akan diubah menjadi lebih tinggi. 

“Memang mudah-mudahan tahun depan ada revisi, revisi ke atas. Jadi memang dgn adanya pandemi, WFH, mengubah behavior daripada kita, berusaha utk memiliki dana ke pasar modal, sehingga rasanya target kita akan tercapai dan mungkin harus kita revisi ke atas,” tutur dia.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bursa efek indonesia investor
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top