Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Walau Rugi Rp2,2 Triliun, Saham GMFI Diburu Investor hingga Terbang 19,5 Persen

PT GMF Aero Asia Tbk. kembali melanjutkan tren penguatan setelah sahamnya menguat 19,53 persen di sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (2/12/2020). Saham GMFI tetap diburu kendari perseroan menderita kerugian Rp atau US$160 juta hingga September 2020.
Dwi Nicken Tari & Rivki Maulana
Dwi Nicken Tari & Rivki Maulana - Bisnis.com 02 Desember 2020  |  11:45 WIB
Pesawat Airbus A330-900neo milik Garuda Indonesia di Hanggar 2 GMF AeroAsia, Rabu (27/11/2019) malam. - Bisnis/Rio Sandy Pradana
Pesawat Airbus A330-900neo milik Garuda Indonesia di Hanggar 2 GMF AeroAsia, Rabu (27/11/2019) malam. - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT GMF Aero Asia Tbk. kembali terbang pada sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (2/12/2020). Kinerja saham yang ciamik ini berbanding terbalik dengan kinerja keuangan yang masih tertekan akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Bloomberg, saham anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. itu parkir di level 153 atau naik 19,53 persen di sesi pertama. Kemarin, saham GMFI juga diborong investor sehingga melejit 30,61 persen.

Pada sesi pertama, total perdagangan saham GMFI mencapai 561,56 juta lembar dengan nilai transaksi Rp83,46 miliar. Investor asing mencatat net buy untuk saham GMFI sebanyak Rp18,58 miliar. 

Kinerja saham GMFI hingga sesi pertama membuat pergerakan emiten bengkel pesawat ini sangat impresif. Dalam sepekan, saham GMFI sudah naik 56,12 persen dengan torehan net buy asing RpRp50,58 miliar.

Saham GMFI melejit setelah menjadi rekomendasi Ustaz Yusuf Mansur. Tempo hari pemilik Paytren itu menyebut penurunan pasar saham menjadi kesempatan investor domestik masuk. Bahkan, dia pun menyarankan investor masuk ke saham badan usaha milik negara (BUMN), seperti GMFI dan WIKA

"Udah sana, beli WIKA, GMFI, dll. Hajar aja. Kita disiplin, Covid-19 ilang, mereka [investor asing] datang lagi, bingung. Ga ada yang bisa dibeli, hehehe," tulisnya di media sosial Instagram, Selasa (1/12/2020).

Lantas, bagaimana sesungguhnya kinerja GMFI?

Per September 2020, GMFI menderita kerugian hingga US$160,60 juta atau Rp2,2 triliun bila dikonversi ke rupiah. Posisi rugi tersebut berbaik dari laba US$9,40 juta pada September 2019. Sementara itu, pendapatan GMFI juga turun 48,11 persen menjadi US$191,82 juta.

Laporan keuangan GMFI menunjukkan, omzaet repair and overhaul (perbaikan dan perawatan) masih berkontribusi besar terhadap total pendapatan sebesar 69,84 persen atau US$133,98 juta. Nilai tersebut turun 53,73 persen dari realisasi pada akhir kuartal III/2019 senilai US$289,60 juta.

Selanjutnya, pendapatan dari perawatan sebesar US$37,25 juta dan operasi lainnya US$20,59 juta. Keduanya berkontribusi terhadap total pendapatan GMFI masing-masing sebesar 19,41 persen dan 0,10 persen.

Kinerja GMFI tertekan akibat kelesuan di industri penerbangan sejak pandemi virus corona membatasi aktivitas bepergian.

Untuk mengakali tekanan pandemi terhadap industri aviasi, VP Corporate Secretary & Legal Garuda Maintenance Facility Aero Asia Rian Fajar Isnaeni menyampaikan bahwa perseroan juga akan memperkuat layanan jasa maintenance, repair and overhaul (MRO) atau perbaikan dan perawatan di bidang nonaviasi.

“Perseroan secara simultan mengembangkan jasa MRO di bidang aviasi dan non-aviasi sejak sebelum IPO [initial public offering],” tulis Rian dalam keterbukaan informasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia Kinerja Emiten gmf aeroasia yusuf mansur
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top