Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Covid-19 Melonjak, Lelang SUN Terakhir Tetap Semarak

Jumlah penawaran yang masuk pada lelang SUN hari ini mencapai Rp94,3 triliun. Walaupun jumlah tersebut turun dibandingkan dengan lelang sebelumnya, pelaku pasar menyebut perkembangan vaksin membuat lelang SUN masih diminati.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  17:20 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mendulang penawaran masuk atau incoming bids sebesar Rp94,3 triliun dari Surat Utang Negara (SUN) hari ini, Selasa (1/12/2020). Animo investor tetap tinggi kendati angka Covid-19 di Indonesia sudah menembus setengah juta kasus.

Jumlah penawaran yang masuk pada hari ini mengalami sedikit penurunan bila dibandingkan dengan hasil penawaran pada lelang SUN pada 17 November 2020 lalu sebesar Rp104,68 triliun. Adapun, dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan Rp25,6 triliun.

Berdasarkan data dari laman Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, SUN Seri FR0087 menjadi yang paling dicari investor dengan jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp23,23 triliun. Seri akan jatuh tempo pada 15 Februari 2031 ini dimenangkan sebesar Rp7,95 triliun

Sementara itu, Seri FR0083 yang jatuh tempo pada 15 April 2040 menjadi SUN dengan jumlah peminat terbanyak kedua pada lelang hari ini. Dari penawaran sebesar Rp22 triliun, pemerintah memenangkan Rp4,65 triliun.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, hasil lelang kali ini terbilang masih tinggi meski sedikit menurun. Hal tersebut juga mengingat kondisi domestik yang sedikit terganggu seiring dengan lonjakan kasus positif virus corona di Indonesia.

"Minat investor asing masih tinggi yang ditopang oleh kabar pengembangan vaksin virus corona yang semakin cepat. Hal ini mampu mengimbangi sentimen negatif dari Indonesia," jelasnya saat dihubungi Bisnis, Selasa (1/12/2020).

Sentimen tersebut, lanjut Ramdhan,  berimbas pada tetap tingginya permintaan investor, terutama asing, terhadap surat utang negara Indonesia.

Secara terpisah, Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Ariawan mengatakan, angka penawaran yang tetap tinggi mengindikasikan bahwa investor masih optimistis terhadap prospek surat utang Indonesia. Hal ini terlihat dari jumlah penawaran SUN bertenor panjang yang lebih tinggi dibandingkan tenor menengah atau pendek.

"Dengan penurunan yield, tentu saja surat utang bertenor panjang akan lebih menarik bagi para investor karena kupon yang ditawarkan tetap tinggi," jelasnya.

Hasil Lelang SUN 1 Desember 2020
Seri SUNJaatuh TempoPenawaran MasukJumlah yang Dimenangkan
SPN12210304
4 Maret 2021
Rp1,34 triliun
Rp - 
SPN12211202
2 Desember 2021
Rp1,46 triliun
Rp0,8 triliun
FR0086
15 April 2026
Rp11, 79 triliun
Rp6 triliun
FR0087
15 Februari 2031
Rp23, 23 triliun
Rp7,950triliun
FR0080
15 Juni 2031
Rp19,2triliun
 
Rp1,6 triliun
FR0083
15 April 2040
Rp22 triliun
Rp4, 65triliun
FR0076
15 Mei 2048
Rp15,23 triliun
Rp5,85 triliun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sun surat utang negara
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top