Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Target 2021 Bayan Resources (BYAN): Penjualan Stabil

Direktur Bayan Resources Russel Neil mengatakan bahwa perseroan menargetkan volume penjualan untuk tahun depan sama dengan panduan tahun ini.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  14:23 WIB
Aktivitas di pelabuhan PT Bayan Resources Tbk. Istimewa
Aktivitas di pelabuhan PT Bayan Resources Tbk. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan batu bara milik konglomerat Dato Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk., menargetkan volume produksi dan penjualan pada 2021 sama dengan tahun ini.

Direktur Bayan Resources Russel Neil mengatakan bahwa perseroan menargetkan volume penjualan untuk tahun depan sama dengan panduan tahun ini seiring dengan pembangunan jalan pengangkutan batu bara sepanjang 100 km menuju Sungai Mahakam.

“Kami sudah ada komitmen sekitar 66 persen kontrak penjualan dari yang ditargetkan untuk tahun depan,” ujar Russel, Senin (30/11/2020).

Volume produksi untuk 2021 juga diestimasikan tidak berubah dari tahun sebelumnya. Untuk diketahui, emiten berkode saham BYAN itu menargetkan volume penjualan tahun ini sekitar 30-31 juta ton dan volume produksi sebesar 26 juta ton.

Neil memperkirakan kenaikan produksi rutin perseroan baru akan terjadi pada 2022 sejalan dengan target penyelesaian pengerjaan jalan pengangkutan itu pada pertengahan 2022.

Untuk mendukung pengembangan pembangunan infrastruktur tambang itu, perseroan mengestimasikan alokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) pada 2021 sekitar US$150 juta.

Direktur Bayan Resources Alastair Mcleod mengatakan bahwa panduan capex 2021 harus lebih tinggi mengingat perseroan telah menunda capex tahun ini seiring dengan tantangan bisnis akibat pandemi Covid-19.

Emiten batu bara dengan kapitalisasi pasar terjumbo itu telah memangkas panduan capex 2020 menjadi kisaran US$75 juta hingga US$90 juta daripada alokasi yang ditetapkan sebelumnya di kisaran US$90 juta hingga US$110 juta.

Adapun, sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini BYAN telah menyerap capex sebesar US$43,1 juta, lebih rendah daripada estimasi perseroan di kisaran US$66,4 juta.

Sementara itu, Bayan Resources membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$108,22 juta atau setara Rp1,58 triliun (Kurs Rp14.690) pada periode Januari-September 2020.

Jumlah laba yang dikantongi Bayan Resources pada September 2020 anjlok 48,25 persen dibandingkan dengan posisi September 2019 sebesar US$229,73 juta.

Penurunan laba sejalan dengan penurunan omzet. Pendapatan emiten berkode saham BYAN itu turun 12 persen menjadi US$1 miliar. Adapun pendapatan turun karena penjualan batu bara ekspor juga lungsur 17,27 persen menjadi US$868,79 juta. Namun, penjualan batu bara domestik naik 61 persen menjadi US$129,78 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konglomerat batu bara bayan resources
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top