Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indeks LQ45 Ikuti Koreksi IHSG, Saham PGAS Paling Ngegas

Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) mencatatkan kenaikan tertinggi di antara anggota LQ45 lainnya, dengan penguatan 3,69 persen.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 20 November 2020  |  15:40 WIB
Fasilitas terminal dan pengelolaan gas terapung (Floating Storage and Regasification/FSRU) gas alam cair (LNG) Lampung PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Istimewa - PGN
Fasilitas terminal dan pengelolaan gas terapung (Floating Storage and Regasification/FSRU) gas alam cair (LNG) Lampung PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Istimewa - PGN

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah saham berkapitalisasi besar yang masuk ke dalam Indeks Lq45 mampu mengalami penguatan kendati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi.

Pada perdagangan Jumat (20/11/2020), pergerakan IHSG berakhir di zona merah dengan koreksi 0,4 persen ke level 5.571,66. IHSG terkoreksi setelah mengalami reli 4 sesi beruntun.

Sementara itu, Indeks LQ45 mencatatkan koreksi yang lebih kecil, yakni menurun 0,25 persen menuju 884,9. Hanya 8 saham mampu menguat, 5 stagnan, dan 32 saham lainnya koreksi.

Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) mencatatkan kenaikan tertinggi di antara anggota LQ45 lainnya, dengan penguatan 3,69 persen ke level Rp1.405. Selanjutnya, saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) naik 2,13 persen ke Rp14.400.

Saham lainnya yang mengalami penguatan ialah SMGR +1,79 persen, TLKM +1,58 persen, AKRA +1,37 persen, CPIN +1,17 persen, dan ERAA +0,83 persen.

Sementara itu, saham ACES menjadi yang terkoreksi paling salam sebesar -3,25 persen menuju Rp1.635. Saham WIKA juga turun -3,06 persen ke Rp1.425, dan saham INCO koreksi -2,77 persen menjadi Rp4.560.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan profit taking terhadap pasar saham terjadi setelah euforia penetapan suku bunga acuan Bank Indonesia. Langkah itu diyakini akan meningkatkan kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.

“Profit taking juga terjadi setelah market euforia pada hasil pengumuman current account kuartal III/2020 yang berhasil mengalami surplus US$1 miliar dolar Amerika Serikat atau melampaui ekspektasi pasar,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI PGN lq45
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top