Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Indofarma (INAF) Membaik pada Kuartal III/2020, Bisa Laba Akhir Tahun?

Emiten pelat merah PT Indofarma Tbk. (INAF) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp749,25 miliar, naik 28,4 persen secara tahunan. Rugi bersih perseroan tercatat mengecil dari periode sebelumnya Rp34,84 miliar menjadi Rp18,88 miliar.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 20 November 2020  |  20:09 WIB
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah tiga tahun menderita kerugian. - indofarma.id
Pabrik PT Indofarma Tbk. Pada 2019, perusahaan farmasi milik negara itu berhasil mencetak laba setelah tiga tahun menderita kerugian. - indofarma.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Indofarma Tbk. (INAF) berhasil mencatatkan perbaikan kinerja ditandai dengan pertumbuhan pendapatan dan mengecilnya rugi bersih perseroan hingga kuartal ketiga tahun ini. Dengan demikian, perseroan kemungkinan bisa saja mencatatkan kinerja yang sama baiknya seperti tahun lalu untuk performa akhir tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan per September 2020, emiten pelat merah tersebut mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp749,25 miliar, naik 28,4 persen secara tahunan. Rugi bersih perseroan tercatat mengecil dari periode sebelumnya Rp34,84 miliar menjadi Rp18,88 miliar.

Kendati mengalami kerugian lain-lain sebesar Rp5,4 miliar, namun perseroan berhasil menekan beban penjualan 4,12 persen menjadi Rp95,94 miliar, serta beban umum dan administrasi sebesar 8,62 persen menjadi Rp75,24 miliar.

Berdasarkan segmentasi produk, pendapatan INAF memang masih didominasi oleh penjualan obat ethical di pasar lokal yang mendominasi sekitar 58,82 persen dari total pendapatan dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Segmen itu turun tipis atau sebesar 5,14 persen secara tahunan.

Adapun, segmen penjualan alat kesehatan, diagnostik dan lainnya di dalam negeri meningkat pesat 182,04 persen secara tahunan menjadi Rp286,75 miliar. Kenaikan penjualan juga dibarengi segmen pendapatan dari produk obat ethical yang dijual ke pasar luar negeri yang meroket 385,84 persen menjadi Rp4,42 miliar.

Berdasarkan posisi keuangan, liabilitas perseroan meningkat menjadi Rp1 triliun dari Rp879 miliar pada Desember tahun lalu, diikuti dengan penurunan ekuitas menjadi Rp486,05 miliar dari Rp504,93 miliar pada akhir 2019.

Hal ini pada akhirnya membuat aset perseroan meningkat dari Rp1,38 triliun pada akhir tahun 2019 menjadi Rp1,49 triliun pada September 2020. Perseroan juga mencatatkan kenaikan kas dan setara kas akhir periode sebesar 69,09 persen menjadi Rp27,1 miliar.

Direktur Keuangan Indofarma Herry Triyatno dalam pemberitaan sebelumnya memberikan bocoran bahwa 50 persen dari target pendapatan 2020 terkonsentrasi pada kuartal keempat.

Perseroan juga saat ini dinilainya masih berusaha untuk memenuhi target penjualan sebesar Rp1,645 triliun sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2020.

Adapun, meski dalam kondisi rugi sebesar Rp34,84 miliar pada September 2019 lalu, nyatanya INAF berhasil mencetak profit untuk kinerja keseluruhan tahun tersebut, setelah 3 tahun merugi.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2019 yang telah diaudit, perseroan berhasil mencetak laba Rp7,96 miliar, berbalik dari posisi rugi pada tahun sebelumnya sebesar Rp32,73 miliar.

Pada pertengahan tahun ini, Herry Triyatno memang menjelaskan bahwa volume penjualan pada enam bulan pertama setiap tahunnya memang selalu kecil. Dia menjelaskan umumnya bisnis tender akan terealisasi pada kuartal ketiga dan keempat setiap tahunnya.

INAF juga sudah melakukan perubahan strategi bisnis dengan perlahan-lahan menaikkan proporsi penjualan reguler apotik, rumah sakit, puskesmas, dan lain-lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten farmasi indofarma Kinerja Emiten
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top