Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kuartal III/2020, Laba Bersih Intiland (DILD) Melonjak 505 Persen

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020, pendapatan Intiland naik 11,33 persen menjadi Rp2,06 triliun dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,85 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 19 November 2020  |  14:29 WIB
Sekretaris Perusahaan Intiland Theresia Rustandi yang merupakan salah satu klien Sribu memberikan pemaparan saat diskusi media di Jakarta, Kamis (27/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Sekretaris Perusahaan Intiland Theresia Rustandi yang merupakan salah satu klien Sribu memberikan pemaparan saat diskusi media di Jakarta, Kamis (27/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Intiland Development Tbk. membukukan kenaikan pendapatan lebih dari 10 persen pada periode sembilan bulan pertama tahun ini. Dengan demikian, laba emiten bersandi saham DILD tersebut pun terangkat.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020, pendapatan DILD naik 11,33 persen menjadi Rp2,06 triliun dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,85 triliun.

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melaju 505,06 persen menjadi Rp39,45 miliar dari sebelumnya Rp6,52 miliar.

Adapun, kinerja pendapatan DILD sebenarnya pada periode Januari - September 2020 tidak terlalu memuaskan. Pendapatan dari penjualan tercatat senilai Rp1,31 triliun atau turun 5,24 persen dibandingkan akhir kuartal III/2019 senilai Rp1,39 triliun.

Di dalamnya terdapat penjualan high rise senilai Rp990,25 miliar dan penjualan perumahan senilai Rp329,40 miliar. Sementara penjualan kawasan industri tidak ada.

Selanjutnya pendapatan berulang atau recurring income perseroan melemah 5,20 persen menjadi Rp437,61 miliar dari sebelumnya Rp461,55 miliar.

Secara terperinci, pendapatan fasilitas mendominasi senilai Rp220,87 miliar diikuti pendapatan perkantoran senilai Rp158,51 miliar.

Sebagai catatan, pada periode sembilan bulan tahun 2020 ini DILD menerima pendapatan dari dampak penerapan standar akuntansi baru senilai Rp307,25 miliar.

Dari sisi aset, DILD mengalami pertumbuhan aset sebesar 7,39 persen menajdi RP15,86 triliun dibandingkan posisi pada akhir 2019 senilai Rp14,77 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten emiten properti intiland
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top