Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Momentum Penguatan Rupiah Belum Usai, Masih Efek Biden?

Pergantian kepemimpinan dari Donald Trump ke Joe Biden diyakini akan membawa suasana pada Gedung Putih yang lebih tenang.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 10 November 2020  |  07:50 WIB
Karyawati menunjukan Uang Rupiah dan Dollar AS di salah satu kantor cabang Bank BNI di Jakarta, Kamis (3/9/2020).  Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawati menunjukan Uang Rupiah dan Dollar AS di salah satu kantor cabang Bank BNI di Jakarta, Kamis (3/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Rupiah diprediksi masih bergerak di zona hijau pada perdagangan Selasa (10/11/2020), melanjutkan tren penguatannya dari perdagangan sebelumnya.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan bahwa rupiah masih berpotensi menguat walaupun akan dibuka cenderung fluktuatif pada perdagangan Selasa (10/11/2020).

“Rupiah kemungkinan akan menguat sebesar 30 sampai 150 poin ke level Rp13.990 hingga Rp14.150 per dolar AS,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (10/11/2020).

Adapun, rupiah parkir di level Rp14.065 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan sesi Senin (9/11/2020). Posisi itu menguat 145 poin atau 1,03 persen.

Penguatan nilai tukar rupiah menjadi yang terbesar di wilayah Asia. Mata uang Garuda mampu mengungguli yuan China yang menguat 0,697 persen won dan Korea Selatan yang menguat 0,667 persen.

Ibrahim menjelaskan bahwa berlanjutnya penguatan rupiah disebabkan oleh respon pasar menyambut terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS.

Pergantian kepemimpinan dari Donald Trump ke Biden diyakini akan membawa suasana pada Gedung Putih yang lebih tenang. Hal tersebut dapat meningkatkan perdagangan dunia dan mempermudah kebijakan moneter yang akan dirancang.

Selain itu, presiden terpilih dan timnya dilaporkan sedang mengerjakan paket bantuan COVID-19 untuk membantu mengatasi pandemi virus corona yang penyebarannya kian memburuk di Negeri Paman Sam.

Sementara itu, dari dalam negeri, perekonomian Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Halitu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2020 berhasil naik 5 persen secara kuartalan, walaupun secara tahunan masih terkoreksi sebesar 3,49 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah Pilpres AS 2020
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top