Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Terseret Bursa Eropa dan AS, Bursa Asia Melemah Pagi Ini

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang bergerak melemah masing-masing 0,71 persen dan 0,8 persen, sedangkan indeks Kospi melemah 1,21 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  07:40 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Asia melemah mengikuti bursa di Amerika Serikat dan Eropa menyusul kekhawatiran tekanan ekonomi lebih lanjut akibat meningkatnya infeksi virus corona yang memaksa pegetatan pembatasan aktivitas.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang bergerak melemah masing-masing 0,71 persen dan 0,8 persen, sedangkan indeks Kospi melemah 1,21 persen.

Saham di Asia bergerak mengikuti pelemahan di AS dan Eropa. Ketiga indeks utama Wall Street melemah di atas 3 persen, sedangkan indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 2,95 persen ke level terendah sejak 22 Mei.

Dolar AS mempertahankan penguatan hari ini, sedangkan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun cenderung stabil di level 0,78 persen. Sementara itu, minyak mentah menguat tipis setelah jatuh lebih dari 5 persen di tengah kekhawatiran pelemahan permintaan akibat meningkatnya infeksi virus corona.

Di China, hampir 1.000 emiten akan merilis laporan pendapatan kuartal III pada hari Kamis. Pelaku pasar menantikan apakah kinerja emiten tersebut mengonfirmasi pemulihan ekonomi yang semakin cepat.

Indeks MSCI Global turun hampir 5 persen pekan ini menyusul lonjakan virus corona, dan setelah anggota parlemen Amerika gagal menyetujui paket stimulus ekonomi sebelum Pilpres 3 November mendatang.

Jerman dan Prancis memberlakukan lockdown yang lebih ketat, sementara Italia, Spanyol, dan Inggris semuanya mencatat rekor jumlah kasus pada hari Rabu.

“Kami jelas menghadapi ketidakpastian pemilihan. Kemudian jelas laju infeksi Covid-19 meningkat,” kata Lori Heinel, wakil kepala investasi global di State Street Global Advisors, seperti dikutip Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top