Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Jisdor Melemah ke Rp14.793 Jelang Pengumuman Rapat BI

Berdasarkan data yang diterbitkan Bank Indonesia, kurs Jisdor hari ini mencapai Rp14.793, melemah 47 poin atau 0,31 persen dibandingkan dengan posisi Senin (12/10/2020) di level Rp14.746.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  10:43 WIB
Karyawati menunjukan Uang Rupiah dan Dollar AS di salah satu kantor cabang Bank BNI di Jakarta, Kamis (3/9/2020).  Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawati menunjukan Uang Rupiah dan Dollar AS di salah satu kantor cabang Bank BNI di Jakarta, Kamis (3/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terpantau pada level Rp14.793, berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (13/10/2020).

Berdasarkan data yang diterbitkan Bank Indonesia, kurs Jisdor hari ini mencapai Rp14.793, melemah 47 poin atau 0,31 persen dibandingkan dengan posisi Senin (12/10/2020) di level Rp14.746.

Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan, nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat tipis 0,03 persen atau 5 poin ke level Rp14.695 per dolar AS tepat pada pukul 09.06 WIB.

Pada saat bersamaan, indeks dolar AS terpantau menguat tipis yakni 0,08 persen menjadi US$93,136 terhadap sekeranjang mata uang asing.

Adapun pada perdagangan sebelumya, Senin (12/10/1010), nilai rupiah terhadap dolar AS melemah 15 poin ke posisi Rp14.700 per dolar AS. Selama perdagangan hari tersebut, nilai rupiah bergerak pada kisaran Rp14.685 hingga Rp14.715.

Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,11 persen atau 0,101 poin ke level US$93,1580 terhadap sekeranjang mata uang asing.

Direktur PT TRFX Berjangka Ibrahim dalam riset sorenya pada Senin (12/10/2020) menjelaskan, pergerakan rupiah hari ini ditopang oleh respon negatif pelaku pasar terhadap negosiasi paket stimulus terbaru di AS yang gagal.

Sebelumnya, harapan investor sempat meningkat setelah Presiden Donald Trump mengusulkan paket US$1,8 triliun pada hari Jumat selama pembicaraan dengan Ketua DPR Nancy Pelosi, mendekati US$2,2 triliun dari proposal partai Demokrat.

Namun, tawaran Trump membuat kesal Partai Republikan, banyak di antaranya enggan menambah tumpukan utang, dan berpotensi merugikan partainya untuk mendapatkan dukungan kritis dalam pemilihan presiden 3 November.

Selain itu, saat pemilu semakin dekat, investor semakin bertaruh pada kemungkinan Trump kalah dari saingan Demokrat Joe Biden dalam pemilu, dan Biden menawarkan paket dengan label harga yang lebih besar sebagai presiden.

Investor juga menanti kesepakatan perpisahan Inggris dari Uni Eropa yang akan dibahas pada pertemuan Dewan Eropa, 15 hingga 16 Oktober mendatang. Investor sangat optimistis Inggris dan Uni Eropa dapat mencapai kesepakatan dengan tenggat waktu yang diberlakukan oleh Perdana Menteri Boris Johnson pada 15 Oktober.

Sementara itu, faktor domestik yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah kembali berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi setelah dua pekan PSBB total.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Rupiah jisdor
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top