Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aksi Beli Investor Asing Dongkrak IHSG, Saham BMRI hingga UNVR Jadi Buruan

Sejumlah saham yang menjadi buruan investor sehingga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dhiany Nadya Utami & Finna U. Ulfah
Dhiany Nadya Utami & Finna U. Ulfah - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  12:07 WIB
Gedung Bank Mandiri - bankmandiri.co.id
Gedung Bank Mandiri - bankmandiri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi beli investor asing mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (5/10/2020) seiring dengan membaiknya Covid-19 Donald Trump dan rencana penjualan obat corona di Indonesia.

Hingga sesi I pukul 11.30 WIB, IHSG naik 0,28 persen atau 14,02 poin menjadi 4.940,75, setelah bergerak di rentang 4.915,68 - 4.962,79. Ada 213 saham menguat, 160 melemah, dan 162 stagnan.

Total transaksi mencapai Rp3,09 triliun dengan aksi beli bersih asing (net foreign buy) Rp325,22 miliar. Kapitalisasi pasar sejumlah 5.764,15 triliun.

Sejumlah saham yang menjadi buruan investor asing ialah BULL dengan net foreign buy Rp23,4 miliar, BMRI Rp19,7 miliar, LINK Rp6,6 miliar, POLL Rp5 miliar, UNVR Rp2,7 miliar, INKP Rp2,4 miliar, dan GGRM Rp1,8 miliar.

Dokter yang merawat Presiden Donald Trump mengungkapkan bahwa Trump bisa dipulangkan dari Pusat Medis Militer Walter Reed secepat hari Senin (5/10/2020).

"Rencana kami hari ini adalah membuatnya makan dan minum. Bangun dari tempat tidur sebanyak mungkin," kata Brian Garbaldi, MD, kepada wartawan.

Mengutip dari WebMD, Senin (5/10/2020), Brian menambahkan bahwa jika kondisi Trump terus terlihat baik dan merasa pulih dari infeksi virus corona maka sebaik pemulangan paling cepat Senin (5/10/2020) ke Gedung Putih untuk melanjutkan perawatan lanjutan.

Selain itu berita positif juga datang dari dalam negeri yakni bertambahnya emiten yang penyedia Remdisivir, obat Covid19. Sebelumnya hanya PT Kimia Farma Tbk (KLBF) dan kini PT Indofarma Tbk. (INAF) juga akan menyediakan obat Remdisivir dengan merk Desrem.

PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) pun saat ini sudah mampu memproduksi obat untuk penanganan Covid-19, yaitu Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi pasien.

Selain Favipivar, Kimia Farma, dan anak usahanya, PT Phapros, Tbk, telah berhasil memproduksi juga beberapa obat untuk penanganan Covid-19 antara lain Chloroquine, Hydroxychloroquine, Azithromycin, Favipiravir, Dexamethasone dan Methylprednisolon.

Kimia Farma juga memproduksi beberapa multivitamin penambah daya tahan tubuh seperti Vitamin C (tablet dan injeksi), Becefort, Fituno dan Geriavita sebagai tambahan produk untuk menjaga daya tahan tubuh, Ungkap Verdi Budidarmo Direktur Utama PT Kimia Farma, Tbk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI investor asing
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top