Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kalbe Farma (KLBF) Lepas Saham Morinaga, Pertanda IPO Kalbe Nutritionals?

Nilai transaksi pengalihan saham Kalbe Morinaga mencapai Rp265 miliar.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  19:35 WIB
Gudang distribusi dan logistik Kalbe Farma yang dikelola anak usaha PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT). Jaringan distribusi Enseval menjangkau 74 cabang di 54 kota di Indonesia. - kalbe.co.id
Gudang distribusi dan logistik Kalbe Farma yang dikelola anak usaha PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT). Jaringan distribusi Enseval menjangkau 74 cabang di 54 kota di Indonesia. - kalbe.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. mengumumkan penjualan 70 persen saham PT Kalbe Morinaga Indonesia (KMI) kepada PT Sanghiang Perkasa (SHP) senilai Rp265,1 miliar. Baik KMI maupun SHP merupakan anak usaha Kalbe Farma, dimiliki secara langsung maupun tidak langsung.

Transaksi penjualan tersebut diumumkan Kalbe Farma hari ini, Kamis (1/10/2020). Menurut manajemen Kalbe Farma,  pengalihan saham ini, diharapkan membuat proses bisnis dapat lebih fokus dan dapat lebih meningkatkan pengembangan produk & layanan. 

Dari sisi internal, koordinasi mengenai supply chain, operasional pabrik, distribusi dan support lainnya dapat berjalan lebih lancar.

“Transaksi ini merupakan langkah perseroan di dalam mengelompokkan bisnis unit perseroan ke divisi yang sejenis,” tulis Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius.

Sekadar mengingatkan, KLBF sempat dikabarkan bakal melepas Kalbe Nutritionals lewat sekama penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada akhir Agustus lalu.

Perseroan disebut mengincar dana segar US$500 juta atau Rp7,3 triliun dari aksi korporasi unit bisnis makanan dan minuman kesehatan.

Sebelumnya Bernadus Karmin Winata selaku Direktur Keuangan Kalbe Farma menjelaskan perseroan selalu menjajaki pengembangan bisnis yang tidak spesifik atau terbatas terkait penawaran umum perdana saham.

“Proses yang tersedia kami jajaki. Kami menjajaki joint venture, merger dan akuisisi, atau strategic partnership,” jelasnya dalam paparan publik daring, Kamis (27/8/2020).

Selain opsi-opsi tersebut, lanjut dia, KLBF juga menjajaki skema fasilitas pendanaan dari perbankan. Keputusan akan ditentukan berdasarkan hasil penjajakan yang positif serta prospek  yang baik bagi perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten kalbe farma
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top