Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

8 Bulan, Produksi dan Penjualan Batu Bara BUMI Capai 53,8 Juta Ton

Total produksi dan penjualan batu bara BUMI per Agustus 2020 atau 8 bulan berjalan tahun ini mencapai 53,8 juta ton.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 30 September 2020  |  20:30 WIB
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com
Operasional tambang batu bara kelompok usaha Bumi Resources. - bumiresources.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan batu bara, PT Bumi Resources Tbk., telah memproduksi batu bara mencapai 6,9 juta ton pada Agustus 2020. Sepanjang 8 bulan pertama 2020, total produksi sejumlah 53,8 juta ton.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Bumi Resources Dileep Srivastava mengatakan bahwa realisasi produksi Agustus sebesar 6,9 juta ton tersebut lebih tinggi 1 juta ton dibandingkan dengan produksi pada Juli 2020 sebesar 5,9 juta ton.

Adapun, realisasi produksi tersebut terdiri atas 5,3 juta ton yang ditambang melalui anak usaha PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan sebesar 1,6 juta ton dari anak usaha PT Arutmin Indonesia.

Untuk diketahui, BUMI mematok target volume produksi tahun ini di kisaran 85,5 juta hingga 86,5 juta ton.

“[Peningkatan produksi] terutama disebabkan oleh curah hujan yang lebih rendah di kedua lokasi dibandingkan dengan curah hujan pada Juli,” ujar Dileep, Rabu (30/9/2020).

Sementara itu, emiten berkode saham BUMI itu mencatatkan penurunan kinerja penjualan, yaitu hanya menjual 6,2 juta ton pada Agustus 2020. Pencapaian tersebut lebih rendah dibandingkan dengan penjualan bulan sebelumnya sebesar 6,4 juta ton.

Dileep menjelaskan bahwa penurunan kinerja penjualan terutama karena adanya kendala pengiriman.

Lebih rinci, PT KPC telah menjual 5 juta ton batu bara pada Agustus 2020, lebih rendah daripada 5,2 juta ton pada Juli 2020, sedangkan angka penjualan PT Arutmin masih sama dengan bulan sebelumnya sebesar 1,2 juta ton.

Di sisi lain, BUMI berhasil menekan biaya produksi pada Agustus 2020 menjadi sebesar US$32,2 per ton. Dileep berharap penurunan biaya produksi akan berlanjut pada bulan selanjutnya dengan asumsi harga minyak masih berada di level rendah dan tidak mengalami kenaikan.

“Karena musim kemarau, ini juga akan memungkinkan peningkatan produksi batu bara BUMI untuk kuartal III/2020 dan kuartal IV/2020,” papar Dileep.

Sebelumnya, Dileep menyampaikan volume produksi batu bara BUMI sepanjang enam bulan pertama tahun ini sebesar 41 juta ton, naik 5 persen dari 39,1 juta ton pada semester I/2019.

Sementara itu, volume penjualan masih stabil di angka 41,2 juta ton yang terdiri atas penjualan dari PT Kapuas Prima Coal sebesar 29,5 juta ton dan PT Arutmin sebesar 11,6 juta ton.

Dengan demikian, total produksi dan penjualan batu bara BUMI per Agustus 2020 atau 8 bulan berjalan tahun ini mencapai 53,8 juta ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara bumi resources Grup Bakrie
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top