Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sering Dicampakkan Asing, Ini Rahasia IHSG Tetap Tegar

Sejak awal tahun, investor asing mencatatkan net sell senilai Rp42,17 triliun. Namun, aktivitas transaksi dari investor domestik dinilai mampu menahan koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG).
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 25 September 2020  |  20:29 WIB
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan jumlah investor domestik di pasar modal Indonesia dapat menahan kejatuhan pasar saat investor asing hengkang dengan terus melakukan aksi jual. Aktivitas transaksi investor domestik dinilai mampu menutupi lubang yang ditinggalkan oleh asing.

Kepada Divisi Equity Research BNI Sekuritas Kim Kwie Sjamsudin mengatakan sejak beberapa tahun terakhir terpantau investor asing membukukan net sell di pasar saham Indonesia dalam jumlah besar.

“Perrkembangan yang bagus kalau investor domestik bisa menyeimbangi aksi jual foreign yang besar tahun ini,” ujar Kim kepada Bisnis, Jumat (25/9/2020).

Pada akhir perdagangan Jumat (25/9/2020), IHSG ditutup menguat 2,12 persen menjadi 4.945 walaupun investor nonresiden membukukan net sell Rp829,60 miliar.

Sejak awal tahun, investor asing mencatatkan net sell senilai Rp42,17 triliun di bursa saham Tanah Air. Kekhawatiran mengenai dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian mendorong investor memindahkan asetnya ke negara-negara maju yang lebih aman maupun ke komoditas safe haven seperti emas dan dolar AS.

Selama lima tahun terakhir, investor asing hanya sekali mencatatkan beli bersih atau net buy yaitu pada 2016 senilai Rp16,16 triliun.

Kim melanjutkan bahwa investor global masih mencermati perkembangan vaksin dan kasus positif Covid-19 di Indonesia sebelum memutuskan untuk masuk kembali pada tahun ini.

“Kalau vaksin nya sudah di-approve oleh pemerintah dan kasus baru sudah ada tanda-tanda peaking, investor asing kemungkinan besar akan kembali masuk,” tuturnya.

Kim memperkirakan IHSG akan mampu menguat ke level 5.500 — 5.550 pada akhir tahun ini, lebih rendah dibandingkan level pada penutupan akhir tahun lalu 6.299.

BNI Sekuritas merekomendasikan saham-saham dari sektor perbankan, telekomunikasi, dan semen untuk dapat dicermati investor saat ini hingga masa pemulihan ekonomi terjadi.

Tren Net Sell Asing
PeriodeNet Buy/ (Net Sell) Rp triliun

2015

(22,58)

2016

16,16

2017

(39,86)

2018

(50,74)

2019*

(0,41)

2020 (ytd per 25 September)

(42,17)

*mengecualikan crossing saham dari MUFG Bank Ltd. dalam rangka meningkatkan kepemilikannya di PT Bank Danamon Indonesia Tbk. dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk. senilai total Rp49,6 triliun.
Sumber: Bursa Efek Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG net sell asing
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top