Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Duh, Lagi-lagi Rupiah dan Mata Uang Asia Ditindas Dolar

Pada perdagangan hari ini, Kamis (24/9/2020), nilai tukar rupiah ditutup di level Rp14.890, melemah 75 poin atau 0,51 persen.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 24 September 2020  |  15:23 WIB
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawati menghitung uang dolar AS di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah bersamaan dengan koreksi pada mata uang Asia hari ini, Kamis (24/9/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp14.890, melemah 75 poin atau 0,51 persen. Rupiah dibuka di level Rp14.815 dan bergerak di rentang Rp14.815 hingga Rp14.904,5.

Hari ini, nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencapai Rp14.949 per dolar AS, melemah 114 poin atau 0,77 persen dari posisi Rp14.835 pada Rabu (23/9/2020).

Posisi penutupan rupiah di pasar spot hari ini menyamai level serupa pada 11 September 2020. Level tersebut merupakan yang paling lemah sejak 11 Mei 2020.

Sementara itu, indeks dolar naik 0,0610 poin ke posisi 94,4500. Penguatan indeks dolar membuat mayoritas mata uang Asia tertekan. 

Won Korea menjadi pemimpin pelemahan mata uang Asia dengan koreksi 0,71 persen, disusul rupiah. Di Asia, hanya yen Jepang yang mampu menguat terhadap dolar AS dengan penguatan 0,01 persen.

Sebelumnya, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan dalam perdagangan hari ini kemungkinan mata uang garuda belum bisa bangkit dan masih akan berkutat di zona merah.

Ibrahim menyebut ada sejumlah sentimen yang perlu dicermati dalam pergerakan nilai tukar rupiah, salah satunya perkembangan rancangan Undang-undang Bank Indonesia yang dianggap janggal oleh investor asing.

Di samping itu, dari faktor eksternal rupiah dan mata uang Asia melemah karena ada kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga acuan mencapai rata-rata 2 persen

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Kebijakan The Fed
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top