Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Emas Dinilai dalam Fase Konsolidasi

Berdasarkan grafik pergerakan harga emas, harga saat ini sedang dalam fase konsolidasi setelah menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$2.075 per troy ounce.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 17 September 2020  |  18:37 WIB
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. - mind.id
Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. - mind.id

Bisnis.com, JAKARTA — Meski terus bergerak melemah, harga emas dinilai masih dalam fase konsolidasi dan belum masuk tren penurunan.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (17/9/2020) hingga pukul 17.44 WIB harga emas di pasar spot terkoreksi 0,91 persen ke level US$1.941,51 per troy ounce. Sepanjang perdagangan, emas sempat terkoreksi hingga 1 persen.

Sementara itu, harga emas di bursa Comex untuk kontrak pengiriman Desember 2020 berada di level US$1.948,70 per troy ounce, melemah 1,11 persen.

Padahal, emas sebelumnya mengalami reli selama tiga hari berturut-turut menjelang pertemuan The Fed dengan ekspektasi Bank Sentral AS mengeluarkan kebijakan yang akan mendukung harga emas untuk bergerak lebih tinggi lagi.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan berdasarkan grafik pergerakan harga emas, harga saat ini sedang dalam fase konsolidasi setelah menyentuh level tertinggi sepanjang masa di US$2.075 per troy ounce.

“Belum dalam tren penurunan,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (17/9/2020)

Ariston mengatakan harga emas masih ditopang oleh kebijakan pelonggaran moneter bank sentral dunia terutama the Fed. Dia menyebut keputusan The Fed  untuk mempertahankan suku bunga tetap di level rendah, sudah diekspektasi sebelumnya oleh para pelaku pasar.

“Keputusan The Fed untuk menyampaikan menyampaikan progres pemulihan ekonomi di AS yang lebih cepat dari perkiraan telah mendorong penguatan dolar AS,” imbuhnya.

Namun, dia menilai potensi kenaikan harga emas tertahan karena kemajuan penemuan vaksin. Menurutnya, penemuan vaksin ini akan memberikan solusi terhadap kondisi pandemi saat ini.

Sementara itu, kegiatan lain yang ditunggu di kuartal IV/2020 adalah hasil pemilu presiden AS. Ariston memperkirakan jika Joe Biden dari partai Demokrat berhasil memenangi pemilu, risiko konflik AS dengan Tiongkok bisa berkurang dan akan membantu pelemahan harga emas.

“Kisaran pergerakan hingga akhir tahun mungkin di kisaran $1860-$2000 per troy ons,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Kebijakan The Fed
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top