Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jumlah Nasabah Ashmore Asset Management (AMOR) Tembus 25.000 Investor

Dari total nasabah yang mencapai 25.261, sebanyak 85 di antaranya berasal dari kalangan korporasi.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 16 September 2020  |  10:55 WIB
Direktur Ashmore PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) Arief Cahyadi Wana di sela-sela seremoni pencatatan saham perdaana perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (14/1/2020). - Bisnis - Hafiyyan
Direktur Ashmore PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) Arief Cahyadi Wana di sela-sela seremoni pencatatan saham perdaana perseroan di Bursa Efek Indonesia pada Selasa (14/1/2020). - Bisnis - Hafiyyan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten manajer investasi PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk. mencatatkan pertambahan investor institusi sebesar 14,84 persen pada tahun buku 2019 - 2020.

Dengan demikian, kini nasabah di perusahaan anggota Ashmore Group Plc. itu mencapai 25.261 investor. Adapun, sebanyak 85 nasabah berasal dari kalangan korporasi.

Dalam Laporan Tahunan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, emiten bersandi saham AMOR tersebut mengungkapkan jumlah nasabah institusi meningkat 14,84 persen menjadi 85 nasabah dari sebelumnya 74 nasabah. 

Adapun, nasabah institusi memiliki kontribusi terbesar terhadap total dana kelolaan atau asset under management (AUM) perseroan.

Untuk memperluas pangsa pasar, perseroan juga bekerja sama dengan 17 agen penjual efek reksa dana (APERD). Diversifikasi produk yang ditambahkan terutama di agen penjual pun menjadi salah satu faktor penopang kenaikan jumlah nasabah pada 2019-2020.

Secara rata-rata, produk reksa dana pada setiap APERD naik dari 3,5 produk menjadi 3,9 produk per agen. 

Presiden Direktur Ashmore AM Ronaldus Gandahusada pun memperkirakan pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) bisa di atas pertumbuhan industri reksa dana pada tahun fiskal 2020-2021 seiring dengan kenaikan jumlah nasabah dan prospek pemulihan ekonomi.

“Pada tahun buku 2021, perseroan menargetkan pertumbuhan dana kelolaan di atas pertumbuhan industri yang juga didorong oleh peningkatan jumlah nasabah,” tulis Ronaldus dalam Laporan Tahunan, seperti dikutip Rabu (16/9/2020). 

Pada periode Juni 2019-Juni 2020, AMOR mencatatkan penurunan dana kelolaan sebesar 17,79 persen karena penurunan valuasi saham seiring dengan pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG).

Berdasarkan laporan tahunan per 30 Juni 2020, emiten bersandi saham AMOR ini mencatat AUM senilai Rp22,78 triliun, turun 17,79 persen sebesar Rp4,9 triliun dibandingkan posisi akhir Juni 2019 senilai Rp27,71 triliun.

Penurunan dana kelolaan tersebut sebagian besar disebabkan oleh depresiasi IHSG sebesar 22,9 persen pada periode yang sama.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total nilai aktiva bersih (NAB) dari produk reksa dana Ashmore AM pada Agustus 2020 tercatat sebesar Rp14,75 triliun yang terdiri dari 19 produk.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investor pt ashmore asset management indonesia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top