Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tingkatkan GCG, BUMN KBI Raih Sertifikasi ISO

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI meraih Sertifikasi ISO 37001 : 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan dari British Standards Institution (BSI).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 15 September 2020  |  11:31 WIB
PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas sistem dan meningkatkan kepuasan pelanggan dan pemangku kepentingan dengan menerapkan ISO 37001 : 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Suap. Dari iri/kanan) Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama KBI, Agung Rihayanto Direktur KBI, Andi Patriota Wibisono Executive Vice President KBI. Istimewa
PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas sistem dan meningkatkan kepuasan pelanggan dan pemangku kepentingan dengan menerapkan ISO 37001 : 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Suap. Dari iri/kanan) Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama KBI, Agung Rihayanto Direktur KBI, Andi Patriota Wibisono Executive Vice President KBI. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI meraih Sertifikasi ISO 37001 : 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan dari British Standards Institution (BSI).

Torehan ini merupakan upaya perusahaan untuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero),Fajar Wibhiyadi, menjelaskan sertifikasi yang didapat KBI ini meliputi Sistem Manajemen Anti Suap di Bidang Keuangan, Audit Internal dan Kepatuhan, Manusia Sumber Daya, Urusan Umum dan Pengadaan, Teknologi Informasi, Operasi, Sekretaris Perusahaan dan Bisnis (kecuali untuk Usaha Penjaminan Emisi).

Dalam konteksGCG, Implementasi anti penyuapan khususnya dalam Whistleblowing System (WBS) sendiri merupakan bagian dari 11 pedoman GGCG yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance.

Ia mengatakan, sebagai bagian dari sertifikasi ISO 37001 : 2016 ini, KBI telah mengeluarkan kebijakan anti penyuapan, khususnya terkait Whistleblowing System (WBS). Dalam kebijakan tersebut, mekanisme Whistleblowing System telah diatur sedemikian rupa.

“Apabila pelanggaran dilakukan oleh karyawan, direksi bahkan oleh Komisaris. Target kami tentunya zero tolerance terkait penyuapan. Dan hal itu berlaku untuk semua yang ada dilingkungan KBI,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Selasa (15/9/2020).

Fajar menambahkan, dengan penerapan ISO 37001 : 2016, target jangka panjang perusahaan adalah meningkatkan layanan dan nilai tambah ekonomis para pemangku kepentingan. Dalam implementasinya, KBI akan mengajak semua pemangku kepentingan khususnya mitra kerja untuk mendukung pelaksanaan ISO 37001 : 2016 ini.

“Selain itu, bagi kami yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), implementasi ISO 37001 : 2016 ini merupakan implementasi dari core value BUMN yaitu akhlak, dalam hal ini adalah amanah,” jelasnya.

Sertifikasi ISO 37001 : 2016 merupakan sebuah standar internasional yang mengatur Sistem Sistem Manajemen Anti Penyuapan (Anti Bribery Management System).

Di Indonesia, penerapan ISO 37001 : 2016 berawal dari Inpres No 10 tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan mengadopsi secara identik standar ISO 37001: 2016 menjadi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti-Suap.

Sertifikasi tersebut dapat digunakan untuk menanamkan budaya anti-suap dalam sebuah organisasi negara maupun swasta. Standar ini akan mampu mendeteksi potensi penyuapan, sehingga organisas/institusi dapat melakukan pencegahan sejak awal.

Selain itu, sertifikasi ini dimaksudkan untuk membantu korporasi maupun organisasi untuk menerapkan sistem manajemen anti penyuapan yang efektif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN good corporate governance iso pt kliring berjangka indonesia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top