Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gandeng Asia Sejahtera, Anak Usaha KBI Repo Resi Gudang Rumput Laut

PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI menjalin kerja sama dengan PT Asia Sejahtera Mina Tbk. terkait pembelian dan penjualan kembali resi gudang komoditas rumput laut.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 05 Juli 2020  |  20:10 WIB
Nelayan menjemur rumput laut di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin (4/9). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Nelayan menjemur rumput laut di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Senin (4/9). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI menjalin kerja sama dengan PT Asia Sejahtera Mina Tbk. terkait dengan pembelian dan penjualan kembali resi gudang komoditas rumput laut.

Kerja sama itu dilakukan oleh KBI melalui anak usahanya, yakni PT Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (KPBI). Kerja sama disahkan lewat tandatangan perjanjian pada Jumat (3/7/2020).

Dalam kerja sama ini, KPBI melakukan pembelian atas resi gudang dari komoditas rumput laut yang dimiliki oleh Asia Sejahtera Mina. Pembelian dilakukan dengan ketentuan akan dilakukan pembelian kembali dalam jangka waktu tertentu.

KPBI menyepakati plafon maksimal pembelian dan penjualan kembali atau repurchase agreement (Repo) sebesar yaitu Rp4 miliar atas resi gudang rumput laut yang dimiliki Asia Sejahtera Mina.

Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi menyatakan kerja sama ini ini merupakan upaya untuk meningkatkan ekosistem bisnis dalam sistem resi gudang. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan serapan di sektor hulu, yakni para nelayan rumpul laut.

“Kami harapkan dengan kerja sama ini akan menyerap di sektor hulu dari sistem resi gudang yaitu para nelayan rumput laut, serta menjadi daya tarik yang mana pemilik komoditas lain tergerak untuk menempatkan komoditasnya ke dalam sistem resi gudang,” katanya melalui siaran pers, Minggu (5/7/2020).

Dia menambahkan sistem resi gudang diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi para nelayan. Dengan sistem ini, stabilitas harga akan lebih terjaga.

Fajar juga menyatakan pihaknya akan terus mendorong anak usaha untuk membuka aliansi dan kerja sama dengan berbagai pihak lainnya. Menurutnya, peluang pemanfaatan sistem resi gudang untuk komoditas lain masih terbuka lebar.

“Kita lihat pertumbuhan resi gudang di Indonesia cukup baik, dan mekanisme REPO ini bisa dimanfaatkan oleh para pemilik resi gudang untuk mendapatkan pendaanaan atas resi gudang yang mereka miliki,” katanya.

Selain itu dia menyatakan akan mendorong kinerja anak usaha agar dapat mesin pendorong pertumbuhan lini bisnis utama perseroan di sektor Perdagangan Berjangka Komoditi, Pasar Fisik, serta Sistem Resi Gudang.

Sepanjang Januari—Mei 2020, perseroan mencatat penerbitan empat resi gudang dengan volume 438.450 Kg. Penerbitan resi ini memiliki nilai pembiayaan sebesar Rp192 juta.

Sementara itu, pada tahun lalu, jumlah resi gudang yang diterbitkan sebanyak 24 dengan volume 1,51 juta Kg. adapun, nilai pembiayaan penerbitan ini  dengan nilai pembiayaan sebesar Rp10,86 juta.

Dia memproyeksikan jumlah resi gudang rumput laut akan terus tumbuh. Selain potensi besar rumput laut yang ada di Indonesia, masyarakat juga sudah mulai memahami manfaat dari sistem resi gudang.

“Kami bersama pemangku kepentingan lain di sektor ini, terus melakukan sosialisasi terkait pemanfaatan resi gudang ini kepada masyarakat,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumput laut resi gudang pt kliring berjangka indonesia PT Asia Sejahtera Mina Tbk.
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top