KBI Rilis Wahana Edukasi Perdagangan Berjangka

E-ducentre diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha dan  masyarakat terkait industri perdagangan berjangka komoditi, sistem resi gudang, pasar fisik, dan aspek korporasi secara umum
Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi./KBI
Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Fajar Wibhiyadi./KBI

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI resmi meluncurkan KBI e-ducentre, yaitu  wadah yang akan menjadi pusat Riset, Edukasi, dan Literasi untuk industri Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang, Pasar Fisik, dan aspek korporasi. 

Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi mengatakan bahwa mengingat tantangan ekonomi nasional diproyeksi semakin cukup berat. Hal itu perlu didukung dengan kesiapan sumber daya manusia yang berkompetensi.

Apalagi, untuk industri perdagangan berjangka komoditi, sistem resi gudang, dan pasar fisik yang belum begitu awam bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Dengan demikian, peluncuran e-ducentre diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha dan  masyarakat terkait industri perdagangan berjangka komoditi, sistem resi gudang, pasar fisik, dan aspek korporasi secara umum,” ujar Fajar seperti dikutip dari keterangan resminya, Senin (11/5/2020).

Selain itu, KBI e-ducentre akan mendukung Kementerian BUMN dalam upaya percepatan penyediaan tenaga profesional dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja yang ada di masa mendatang.

Adapun, KBI e-ducentre memiliki berbagai program yang tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh sesama BUMN, tapi juga membuka sinergi dengan kalangan swasta.

Asisten Deputi Restrukturisasi dan Pendayagunaan Portfolio Kepemilikan Negara Minoritas (PPKNM) Kementerian BUMN, Aditya Dhanwantara mengatakan bahwa ke depan, Kementerian BUMN mengharapkan KBI e-ducentre dapat menjadi partner sinergi BUMN lain, baik dalam upaya meningkatkan kinerja maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Dan tentunya dapat menjadi stimulus bagi BUMN dalam meningkatkan perannya sebagai mesin pertumbuhan ekonomi maupun akselerator kesejahteraan masyarakat,” ujar Aditya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper